SLEMAN – Kasus kekerasan pada anak di Sleman masih tinggi. Bahkan pada 2018, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman mencatat ada 179 kasus.

Kepala DP3AP2KB Mafilindati Nuraini mengatakan, mayoritas kasus itu terjadi di sekolah dan keluarga. “Mayoritas kekerasan psikis,” ungkap Mafilinda (20/2).
Dia menjelaskan, kekerasan psikis melalui perkataan. Biasanya berupa olok-olok atau makian. Bahkan, ada kasus penelantaran anak yang dilakukan orang tua.

Lebih lanjut, kasus klithih yang marak terjadi juga disebabkan faktor keluarga. Perhatian orang tua terhadap anak kurang. Atau, niat klithih muncul akibat rasa tidak puas anak pada orang tua.

“Bisa saja tidak puas pada kondisi sekolah atau keluarga,” kata Mafilindati.
Pihaknya berupaya mencegah tindak kekerasan atau bullying kepada anak. Caranya, melibatkan orang tua untuk memenuhi hak dan kewajiban anak.
“Kami juga memberikan pengertian dan pelatihan kepada orang tua untuk tahu pola asuh anak yang benar,” ujar Mafilindati.

Kasus kekerasan atau bullying diakui Mafilinda sangat sulit dihapuskan. Bahkan untuk taget zero bullying juga akan sangat sulit terealisasi.
“Tapi yang jelas, akan kami minimalisasi. Dan kami juga berkoordinasi dengan dinas-dinas lain,” kata Mafilindati.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) DIJ mengungkapkan, saat ini jumlah kasus perundungan seksual kepada anak di DIJ masih sering dijumpai. Ketua Umum YLPA DIJ, Sari Murti Widyastuti mengungkapkan, kasus itu banyak dilakukan orang terdekat korban.
“Anak-anak yang menjadi korban, bahkan oleh orang tuanya sendiri cukup banyak. Ada anak umur setengah tahun diduga dirundung oleh ayah kandung atau ayah tiri, atau orang terdekatnya,” kata Murti.

Murti mengatakan, kasus perundungan seksual kepada anak di sekolah juga banyak. Bahkan untuk pelakunya bisa dari teman sebaya ataupun orang dewasa yang ada di sekolah.

Sebelumnya, di Bantul terjadi kekerasan seksual berupa tindak pencabulan yang dilakukan orang tua kandung. Dia mencabuli anaknya yang baru berusia 2,5 tahun. (har/iwa/mg3)