MAGELANG – Pertemuan antara warga RW IX dan RW X Kelurahan Cacaban, Magelang Tengah, dengan Pemkot Magelang dan manajemen PDOW Taman Kyai Langgeng (TKL), menghasilkan beberapa kesepahaman. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Cacaban Rabu (20/2) malam itu dihadiri Asisten Tata Pemerintahan Organisasi dan Hukum Kota Magelang Muji Rohman, Direktur PDOW TKL Edi Susanto dan Kepala Kelurahan Cacaban Tri Teguh Widada. Hadir juga unsur Babinsa, Babinkamtibmas, Kesbanglinmas, Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat.

Beberapa poin hasil rapat, antara lain, warga RW IX dan RW X memahami keputusan manajemen PDOW TKL bahwa boleh secara gratis masuk ke objek wisata itu melewati pintu depan dengan menunjukkan identitas (KTP dan lainnya). Kemudian, TKL akan melaksanakan coorporate social responsibility (CSR) dan bina lingkungan, termasuk mengundang warga dua RW itu jika ada acara.

“Lalu tidak akan terjadi gejolak (masalah) di RW IX dan X. Satu lagi poin hasil rapat adalah, jika terjadi demo atau unjuk rasa, bukan dilakukan oleh warga RW IX dan RW X Kelurahan Cacaban,” kata Tri Teguh Widada kemarin.

Dalam kesempatan itu Edi Susanto menjelaskan, pembangunan pagar pembatas bukan dilakukan tanpa alasan. Pihak manajemen saat ini tengah berupaya melakukan pengembangan agar ada perubahan dan inovasi di wisata tersebut.

“Saat ini kami sudah mendapatkan pihak ketiga yang akan menjalin kerja sama dan mereka memilih sisi utara untuk pengembangan. Agar aman dan nyaman, mereka meminta dibangun pagar pembatas,”  ujarnya.

Dia mengakui, telah ada sejumlah solusi terkait dengan tuntutan warga sebagai dampak pembangunan pagar pembatas. “Untuk warga yang ingin masuk TKL silakan bisa lewat depan, untuk CSR silakan diajukan dan akan dikaji. Untuk bina lingkungan juga silakan diajukan dan akan kami kaji,” jelas Edi.

Sementara itu, Ketua RW IX Cacaban Tukiyo mengatakan, hubungan baik antara warga dan TKL harus terus dijaga baik. Terkait pembangunan pagar pembatas, dia bisa memaklumi. “Mungkin ada pertimbangan-pertimbangan yang melandasi. Meski demikian, kami tetap berharap meski ditembok warga tetap diberikan pintu masuk,” harapnya.

Ketua RW X Cacaban Nurdin Bagi Balle menambahkan, pihaknya telah mengumpulkan masyarakat setelah adanya polemik pembangunan pagar pembatas.  “Saya minta mereka tidak ikut kegiatan-kegiatan yang tidak ada gunanya, seperti demo. Buang-buang bensin,” tandas Nurdin. (dem/laz/mg2)