PURWOREJO – Ekspansi jaringan internet menjadikan dunia digital berkembang sangat cepat. Hal ini diikuti dengan perkembangan media sosial secara aktif. Data yang ada, pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 143 juta jiwa, dan hampir 90 persennya mengakses layanan medsos.

“Kita kerap disajikan mengenai sesuatu yang viral di media sosial menjadi rujukan media-media konvensional. Padahal dari sebuah lembaga penelitian terkemuka, media konvensional atau media arus utama masih mendapat kepercayaan dibandingkan sosial,” ujar Asisten II Setda Boedi Hardjono saat mewakili Bupati Agus Bastian dalam Ngaji Bareng dalam rangka tasyakuran Hari Pers dan HUT ke-73 PWI yang diadakan PWI Purworejo di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Rabu malam (20/2).

Menurutnya, dari tahun ke tahun masyarakat semakin tidak percaya terhadap media sosial dan lebih mempercayayai media konvensional. Hal inilah yang mendororong dunia pers untuk meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat bagi masyarakat.

“Meneguhkan jati dirinya mengedukasi masyarakat, meneguhkan jati dirinya untuk tetap melakukan kontrol sosial dengan terus memberikan kritik-kritik yang konstruktif,” tambah Boedi.

Menurutnya, pers adalah mitra pemerintah yang selain berfungsi menyosialisasikan program dan kegiatan pemerintah, juga sekaligus melakukan fungsi kontrol agar jalan yang dilalui pemerintah tidak menyimpang dari aturan yang ada. Diharapkan ada pengertian dan kerja sama dari insan pers yang bertugas di Purworejo.

“Kita perlu menempatkan diri sesuai dengan peran dan posisi masing-masing secara proporsional dan profesional, sehingga tercipta suasana kondusif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani mengungkapkan, wartawan harus lebih berhati-hati untuk mengangkat berita yang menyangkut nasib seserorang. Hal lainnya adalah perlu menginformasikan pula mengenai kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara.

“Silakan saja membuat berita, namun jika bersingungan dengan pihak-pihak tertentu, seyogyaya dikonfirmasi terlebih dahulu. Media menjadi kontrol dan jangan membuat suasana menjadi panas,” kata Wakapolres.

Ketua PWI Purworejo Gunarwan mengungkapkan,  peringatan Hari Pers di Purworejo dilakukan tidak pas dengan tanggal yang tepat. Sebelumnya ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan dan melibatkan beberapa unsur di Purworejo, baik pemerintahan, swasta atau komunitas. (udi/laz/mg2)