MAGELANG – Banyak kegiatan yang digeber menjelang berakhirnya masa jabatan kepala daerah pada tahun 2015, bertajuk Ayo ke Magelang, dianggap menuai sukses dari berbagai sisi. Pola itu coba kembali dikembangkan pada 2020, meski Wali Kota Sigit Widyonindito telah dua periode. Program Ayo ke Magelang tahun 2020 ber-tagline Magelang Moncer Serius (Modern Cerdas Sejahtera dan Religius).

“Ini sepertinya agak terlambat. Tetapi tidak apa-apa. Kita akan persiapkan Ayo ke Magelang 2020 mulai sekarang,” kata Sigit, Jumat(22/2).

Secara resmi Sigit menyampaikan hal itu ke publik saat memimpin rapat koordinasi Refleksi Kepemimpinan Wali dan Wakil Wali Kota Magelang tahun ketiga periode 2016-2021 di Gedung Wiworo Wijipinilih, Senin (18/2) lalu. Sepertinya kepercayaan diri mantan kepala DPU ini meningkat, pasca penunjukkan Joko Budiyono sebagai sekretaris daerah definitif. Saat ditanya kenapa terlambat merencanakan Ayo ke Magelang 2020, Sigit berkilah.

“Ya tidak terlambat sebenarnya. Karena beberapa bulan lalu kami telah rasan-rasan untuk kembali menghadirkan program itu. Tentu dengan semangat mengulang kesuksesan program serupa di tahun 2015 lalu, yang mana banyak wisatawan dari luar kota datang ke Magelang,” tuturnya.

Diakui, pihaknya tidak hanya mengulang kesuksesan, tapi ia optimistis program Ayo ke Magelang 2020 nanti akan lebih sukses dan berhasil mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan. Hal ini pun menuntut kegiatan-kegiatan yang akan diadakan jauh lebih menarik dari sebelumnya.

“Kami itu minim sumber daya alam, sehingga harus benar-benar memanfaatkan sektor jasa. Program ini salah satunya dalam rangka  menggenjot sektor jasa dengan event-event yang lebih menarik, sehingga makin banyak pengunjung yang datang,” jelasnya.

Sigit mengaku, dipilihnya tagline Magelang Moncer Serius ini tidak lepas dari visi dan misi Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern dan cerdas dilandasi masyarakat sejahtera dan religius. Hal ini menjadi dasar diadakannya aneka kegiatan nanti.

“Evennya bisa bermacam-macam baik di bidang pariwisata, pertanian, religi, olahraga, seni, budaya, kuliner, dan sebagainya. Kegiatannya apa saja, sedang kami rumuskan bersama, tentunya yang dapat mendatangkan banyak pengunjung dan rakyat dapat merasakan dampak ekonominya,” ungkapnya.

Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Al Idris mengutarakan, untuk menyusun program ini sudah terbentuk tim yang akan merumuskan kegiatan apa saja yang nanti akan diadakan. Dalam penyusunan ini, pihaknya membuka diri terhadap ide atau saran dari masyarakat.

“Salah satunya kalangan jurnalis yang bertugas di wilayah Kota Magelang. Kami ingin melibatkan jurnalis untuk mencetuskan ide kegiatan apa saja yang bisa kami adakan nanti. Sehingga, harapannya event nanti dapat lebih menarik dan booming lagi,” tandasnya. (dem/laz/mg2)