SLEMAN – Overstay, mengganggu ketertiban, menggelandang, dan diduga mengalami gangguan jiwa. Pihak Imigrasi pun mengamankan Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris bernama Terence Byrne, 73, tersebut.

Dia diamankan pada Kamis (21/02). Menurut laporan, Terence mengganggu ketertiban di Prawirotaman, Mergangsan, Kota Jogja. Saat diperiksa petugas Imigrasi, Terence tidak mengantongi dokumen perjalanan. Dia mengaku hilang. Terence diketahui telah melebihi waktu tinggal (overstay) 20 hari.

Kepala Kantor Imigrasi Jogjakarta, Sutrisno mengatakan, kejadian berawal pada Rabu (20/02) saat pihaknya mendapat laporan dari masyarakat di media social. Seorang WNA yang menginap di homestay di Prawirotaman. Dia diduga mengalami gangguan jiwa.

“Petugas kami mengecek data keimigrasian. Diketahui WNA tersebut Terence Byrne beralamat di Puri Ganesha, Jalan Mangkuyudan,” kata Sutrisno (22/2).
Pada Rabu (20/2) tim pengawasan orang asing Imigrasi Jogjakarta mendatangi Puri Ganesha. Diperoleh keterangan Terence tidak tinggal di situ lagi. Dari penelusuran, Terence tinggal di Homestay Tropis Prawirotaman.

“Ternyata Terence belum membayar selama tinggal di homestay. Dia ditemukan tengah menggelandang dan meminta-minta di Prawirotaman,” kata Sutrisno.
Terence meminta-minta lantaran uangnya habis. “Terence emosinya meledak-ledak,” jelasnya.

Kasubsi Intelijen Keimigrasian Imigrasi Jogjakarta, Raditya Jati Rumpoko mengatakan, Terence tidak bisa menunjukkan dokumen izin tinggal dan paspor. Mengaku hilang dicuri orang.

“Ternyata izin tinggal Terence habis Sabtu (2/2). Telah overstay 20 hari,” kata Jati.

Terence ditempatkan di Kantor Imigrasi ruang detensi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasar Pasal 83 ayat 1 UU 6/2011 tentang Keimigrasian, pejabat imigrasi berwenang menempatkan orang asing yang tidak memiliki dokumen perjalanan di ruang detensi.

“Di dalam ruangan dia (Terence) teriak-teriak dan menendang pintu. Makanan dibuang. Diduga kondisi kejiwaannya sedang tidak bagus. Saat diperiksa dia tidak kooperatif,” tuturnya.

Terence berstatus sebagai pensiunan. Diduga dia kehabisan uang akibat uang pensiunannya belum cair. “Sepertinya di-hold pemerintahnya, sehingga stres tinggal di negara orang tanpa biaya hidup,” ujar Jati.

Terence akan dikirim ke rumah detensi Semarang. Imigrasi Jogjakarta telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta untuk memulangkan Terence.

Selama 2018, dari pemantauan Imigrasi Jogjakarta ada 205 WNA overstay. Sebagian besar adalah pelajar atau mahasiswa. Sebanyak 16 di antaranya telah dideportasi. (har/iwa/mg3)