JOGJA – Sebagai upaya mendorong para wirausahawan yang bergerak di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan produktivitasnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman membangun jaringan komunitas.

Kepala Seksi Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Muda Disperindag Sleman Herry Murthala mengatakan penguatan jaringan komunitas tersebut mampu membentuk kemandirian pelaku UMKM. “Mereka bisa saling mandiri. Tidak harus di-support oleh dinas terus,” ujarnya saat ditemui di sela-sela workshop IKM Sayuk Rukun, beberapa waktu lalu.

Tak hanya membentuk kemandirian, komunitas UMKM juga menciptakan aktivitas perdagangan yang sehat. Sebab, para pelaku usaha bisa saling mendukung dan membantu agar usaha kian berkembang. “Jangan takut bersaing. Rezeki sudah ada yang mengatur,” kata Herry.

Diakui Herry, salah satu kendala UMKM adalah persaingan. Padahal, jika para pelaku usaha kompak dan solid, tak menutup kemungkinan usaha mereka kian sukses. Kekompakan itu juga kerap dibutuhkan saat para pelaku hendak membuka display produk pada suatu event. “Berkat kerja sama antar anggota komunitas, ada yang bahkan bisa sampai ikut Jogja Fashion Week,” tuturnya. Hal itu menjadi salah satu dampak positif jika para pelaku UMKM kompak.

Terkait perkembangan UMKM selama setahun terakhir, Herry melihat masih terjadi fluktuasi. Kendati demikian, motivasi  dan produktivitas para pelaku usaha semakin meningkat. Meski tahapannya masih berupa menghasilkan produk inovatif dan paham tentang tren pasar.

Beberapa pihak swasta pun turut andil dalam memajukan UMKM. Sejumlah hotel di Sleman misalnya, mulai berkomitmen untuk turut mengembangkan produk lokal. Salah satu caranya yakni memfasilitasi tempat display guna memajang produk-produk UMKM dalam kurun waktu tertentu.

Salah seorang pelaku UMKM Nurmalina mengatakan, adanya komunitas cukup membantunya meningkatkan penjualan. “Saya belum sempat mendaftar sebagai UMKM binaan Disperindag, tapi sudah bisa ikut event karena diajak teman yang tergabung di komunitas,” ujar pemilik usaha sprei Galeri Aurum.

Melalui komunitas, dia juga bisa turut mempromosikan produknya. Tak hanya itu, Nurmalina pun bisa mengambil ilmu lewat sharing dengan para pelaku UMKM lainnya. Terlebih yang usahanya telah berkembang luas. (cr9/pra/mg1)