SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selam harus cepat tanggap terhadap keluhan warganya. Guna mendekatkan mereka dengan masyarakat, maka dibuatlah aplikasi Lapor Sleman.

Namun, aplikasi di perangkat Android yang sudah diunduh sekitar 5.000 kali tersebut dikeluhkan pengguna. Penyebabnya, keluhan jarang ditanggapi, dan aplikasi tersebut tidak ramah memori ponsel, sehingga menyebabkan lemot.
“Saya hapus aplikasinya. Karena lamban. Memang aplikasi tersebut hanya 15 MB, tapi saat dijalankan, berat,” keluh Burhan Ahmad, warga Sleman Minggu (24/2).

Alasan Burhan uninstal aplikasi Lapor Sleman juga disebabkan karena respons lambat. Laporan pada akhir pekan hampir tidak direspons. “Kadang sulit submit laporan,” kata Burhan.

Kendala lain dia alami ketika melaporkan sesuatu yang sensitif. Di aplikasi ada pilihan untuk tidak menampilkan identitas atau identitasnya dimunculkan. “Ketika pilih tidak dimunculkan, malah tidak terposting,” keluh Burhan.
Dia mempertanyakan komitmen pemerintah terkait aduan masyarakat. Apakah aduan itu ditanggapi, atau hanya dibaca tanpa tindakan.

“Kalau Lapor Sleman saja dikeluhkan, masyarakat mau lapor ke mana lagi? Masa ngadu aplikasi jelek di aplikasi, tambah tidak tersampaikan,” keluh Burhan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sleman, Eko Suryo Prihantoro mengakui, Lapor Sleman banyak yang harus dibenahi. Banyak problem yang dialami masyarakat saat mengakses aplikasi.

“Ketika aplikasi tidak bias diakses, masyarakat bisa mengadukan ke website atau media sosial seperti Instagram, Facebook atau Twitter Pemkab,” kata Eka.

Dikatakan, keluhan masyarakat terkait aplikasi yang terlalu berat itu karena masalah server. Selain itu, dalam Lapor Sleman juga ada kanal lain. “Itu yang bikin berat dan sistemnya kadang terkendala,” kata Eka.

Pengelolaan Lapor Sleman dilakukan pihak ketiga. Bukan Diskominfo Sleman yang membuat sistemnya. “Sehingga kalau ada pengembangan atau penambahan modul dari OPD lain harus disinkronkan dulu oleh pihak ketiga,” kata Eka.

Menjadikan Sleman sebagai Smart Regency pada 2021 memang tidak mudah. Pelayanan Lapor Sleman di akhir pekan juga akan diintensifkan.
“Kami ada SOP-nya, jadi kalau masyarakat mengeluhkan ya bersabar dulu. Karena setelah kami terima, baru kami teruskan ke admin OPD terkait,” kata Eka. (har/iwa/mg4)