JOGJA – Jelang Pemilu 2019 masyarakat disuguhi berbagai tindakan tidak terpuji dari pihak tertentu yang menggunakan segala cara untuk memenangkan Pemilu, di antaranya menggunakan hoax sebagai jurus.

Belum lama Prof Mahfud MD mensinyalir ada produsen hoax. Setelah sebelumnya terungkap hoax Ratna Sarumpaet. Selanjutnya hoax surat suara yang menyerang KPU secara terbuka, namun sekali lagi kabar surat suara 7 kontainer itu bohong belaka.

”Malu sebagai bangsa yang menjunjung tinggi budi pekerti masih menemui praktek penyebaran berita bohong, fitnah, dan ujaran kebencian dilakukan oleh pihak tertentu. Alhamdulillah Polri bertindak cepat dan tepat. Kita patut apresiasi kerja keras Polri. Namun itu saja tidak cukup, harus ada pendidikan budi pekerti, mesti dilakukan pendidikan Pancasila bagi masyarakat termasuk elit yang lupa diri,” ujar Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto di depan peserta Program Sinau Pancasila, di Kecamatan Danurejan, Jogja.

Program Sinau Pancasila ini merupakan kelanjutan kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 di 78 kecamatan. Dalam acara yang dihadiri pemuda dan tokoh di kecamatan Danurejan juga menghadirkan narasumber Guru Besar UGM yang juga Anggora Parampara Praja Prof Dr Sutaryo.

Dalam kesempatan tersebut Prof Dr Sutaryo menekankan pentingnya belajar sejarah bangsa Indonesia dan belajar Pancasila bagi masyarakat. ”Pancasila adalah pemersatu bangsa Indonesia, untuk itu setiap warga negara ayo sinau Pancasila secara benar dan sungguh sungguh,” kata Prof Dr Sutaryo

Mendukung pernyataan Prof Dr Sutaryo, politikus PDI Perjuangan Eko Suwanto menyerukan kepada masyarakat untuk melaksanakan Pancasila dengan selalu berbuat kebaikan, jujur dan saling menghormati.

”Stop hoax, ayo lakukan kebaikan sesama warga bangsa dengan saling menghormarti dengan menghindari dan melawan setiap tindakan hoax, fitnah dan ujaran kebencian,” ujarnya. (kus/ila)