JOGJA – Kelompok suporter PSIM Jogja, Brajamusti mendukung keberatan Pemkab Sleman soal penggunaan Stadion Maguwoharjo sebagai home base Persis Solo dalam menggelar lanjutan Liga 2 Indonesia musim ini. Catatan berbagai insiden suporter yang terjadi di Liga Indonesia menjadi pertimbangan agar skuad Sambernyawa- julukan Persis Solo- mencari alternatif stadion.

Sekjen Brajamusti Niko Anggari Wibowo menyatakan keberadaan tiga tim DIJ yang berlaga di kompetisi liga 1,2, dan 3 membawa dinamika tersendiri. Dia melihat dengan wilayah yang cukup kecil, keberadaan tiga kelompok suporter tersebut memang rawan konflik. ”Harapan kami biar tiga kekuatan elemen ini biar kompak dulu,’’ harapnya.

Apalagi rencananya di musim ini akan ketambahan Kalteng Putra yang akan bermarkas di Stadion Sultan Agung. Dia khawatir dengan semakin banyak klub yang bermarkas di DIJ, menimbulkan gesekan suporter yang makin besar.
Menurutnya dengan semakin banyak tim yang bermarkas di Jogjakarta, akan menuntut pihak keamanan lebih berkerja ekstra keras untuk mengamankan pertandingan dan suporter. Dia pun tidak menginginkan gesekan antar suporter kembali terjadi di tengah upaya membangun persepakbolaan di Jogjakarta. ”Biarkan kami kelompok suporter di Jogjakarta rukun terlebih dahulu,’’ jelas Niko.

Manajer Persis Solo Langgeng Jatmiko memaklumi berbagai elemen masyarakat Jogja menolak penggunaan Maguwoharjo sebagai markas timnya dengan alasan keamanan. Selanjutnya, manajemen akan melakukan pembicaraan dengan pendukung perihal stadion alternatif pengganti Maguwoharjo.”Nanti akan kami bahas kembali,’’ katanya. (bhn/din/mg4)