ANGGOTA Komisi B DPRD DIY Joko Purnomo menilai Praon Cawan berpotensi menjadi destinasi wisata yang menarik. Karena itu, Praon Cawan layak dikembangkan untuk mengundang kehadiran lebih banyak wisatawan.
“Pemerintah daerah harus peduli dan memberikan atensi kepada para pelaku wisata di Praon Cawan. Ini bakal menjadi destinasi andalan,” ujar Joko saat menjadi narasumber Kampanye Sadar Wisata 2019 Dinas Pariwisata DIY yang dipusatkan di Dusun Cawan, Argodadi, Sedayu, Bantul, Rabu (27/2).

Joko bercerita di masa lalu, Dusun Cawan merupakan tempat penyeberangan warga menuju Pasar Sentolo, Kulonprogo. Kala itu alat transportasi yang digunakan berupa perahu gethek yang terbuat dari bambu. Kini dalam perkembangannya oleh masyarakat setempat dibuka destinasi wisata menumpang perahu di sepanjang Sungai Progo yang membelah Kecamatan Sedayu, Bantul dengan Kecamatan Sentolo, Kulonprogo.

Anggota dewan dari Dapil Bantul Barat ini mengapresiasi atas keseriusan masyarakat Dusun Cawan membuka bibir Sungai Progo yang punya panoramanya bagus. Ditambah debit airnya juga sangat mendukung. “Kami berharap ada perhatian pemerintah daerah untuk mendukungnya. Kami yang bertugas di Komisi B akan mengawal dan men-support-nya,” ungkap mantan ketua DPRD Bantul ini. Praon Cawan dibuka sebagai objek wisata pada akhir 2018 lalu. Wisata yang ditawarkan berupa bermain perahu dan kuliner. Objek wisata ini dibuka setiap hari.

Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY Wardoyo mendukung upaya-upaya membuka objek wisata seperti dilakukan masyarakat Cawan tersebut. Instansinya juga siap memberikan pendampingan dalam rangka pengelolaan desa wisata.“Desa wisata sekarang tengah berkembang di DIY. Pengelolaan juga harus serius dan profesional,” katanya. (kus/mg4)