SLEMAN – Data kepolisian pada 2010 menyebutkan 31.234 orang tewas selama setahun terlibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Artinya, setiap jam ada tiga hingga empat orang tewas.

Demikian disampaikan Kapolda DIJ Irjen Pol Ahmad Dofiri dalam seminar Millennial Road Safety Festival 2019. Acara digelar di Mapolda DIJ (28/2).
Data Korlantas Polri tersebut menyebutkan generasi muda mendominasi angka kecelakaan. Tidak hanya sebagai korban, para pemuda juga tercatat sebagai pelaku. Mereka belum matang secara emosional saat berkendara.

“Separo dari angka tersebut adalah usia produktif. Aset bangsa yang harusnya bisa berkarya, tapi meninggal karena kecelakaan di jalan raya,” ungkap Dofiri.
Dikatakan, pemuda usia produktif adalah aset yang harus dilindungi. Menentukan kemajuan bangsa. Jajarannya akan terus melakukan pendekatan preventif, preemtif hingga represif.

“Bukan semata-mata tegas dan galak. Tapi ini adalah upaya menyelamatkan generasi bangsa. Kami berikan peringatan. Namun kalau mengulang, tentu ditindak tegas. Pengendara usia muda harus sadar kelengkapan berkendara dan patuh aturan,” tegas Dofiri.

Millennial Road Safety Festival menurut Dofiri adalah formula tepat mengedukasi keselamatan berkendara. Dikemas secara menyenangkan.
Salah satunya dikemas dalam seminar. Kegiatan tersebut melibatkan pelajar dan mahasiswa. Adapula komunitas yang berperan aktif di masyarakat.
“Agar lebih aware, apa dan kenapa angka korban maupun pelaku usia muda tinggi.

Para peserta bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara,” kata Dofiri.
Peran orangtua berperan penting dalam keselamatan berkendara. Tidak sedikit orang tua memberikan akses kendaraan padahal anak belum cukup umur untuk memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan kematangan emosional.
Ditlantas Polda DIJ mencatat, ada 373 jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas pada 2018. Data penindakan bukti pelanggaran (tilang) juga didominasi usia muda. Dari 32.900 tilang, 9.558 di antaranya karena pengendaraa di bawah umur.

Dirlantas Polda DIJ, Kombespol Tri Julianto Djatiutomo menilai, ada kesalahan pola pandang. Kendaraan tidak hanya sekadar alat mobilitas. Bagi generasi muda, kendaraan menjadi gaya hidup. Meski belum cukup umur, telah berkendara.

“Agar bisa diakui lingkungan, mereka memaksakan diri membawa motor. Orang tua harus bijak dan tegas. Bukan melarang, tapi memberikan pengertian tentang konsekuensi jika berkendara belum cukup umur,” kata Tri Julianto.
Dia mengatakan Millennial Road Safety Festival 2019 fokus pada usia produktif. Berupa ajakan berkendara secara bijak demi keselamatan. Puncak kegiatan berlangsung Minggu (10/3) Nol Kilometer Jogja. (dwi/iwa/zl/mg2)