JOGJA – Sebagai salah perguruan tinggi (PT) terkemuka di Indonesia, UGM sukses membentuk unit usaha, dengan nama Gama Multi Group. Perusahaan induk milik UGM ini, sedikitnya memiliki tiga manfaat.Direktur Utama (Dirut)

Gama Multi Group, Drs.Ibnu Gunawan MM mengatakan, di UGM dengan adanya perusahaan induk tersebut, memberikan tiga manfaat. Manfaat pertama, sejalan dengan Tri Darma Perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sehingga keberadaan perusahaan induk di perguruan tinggi dapat memfasilitasi aplikasi hasil riset.

“Sebagai contoh hasil riset dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM diwujudkan dalam berbagai bentuk alat kesehatan yang diproduksi oleh PT Swayasa Prakarsa, salah satu anak perusahaan dari Gama Multi Group,” katanya.

Manfaat kedua, menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. “Karena para mahasiswa akan dibantu untuk memasarkan produk karya mereka oleh unit usaha mini market yang ada dalam perusahaan induk bekerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM, yaitu Plaza Agro,” tandasnya.

Manfaat ketiga, membantu pemerintah daerah dalam melakukan studi potensi wilayah, amdal, dan studi potensi wisata. “Dalam hal ini, melalui Gama Konsultan, yang merupakan unit usaha Gama Multi Group, dengan melibatkan para pakar berbagai bidang di UGM, kami membantu pihak-pihak yang dibantu, utama pemerintah daerah-pemerintah daerah dalam melakukan studi potensi wilayah, amdal, dan studi potensi wisata,” ujarnya.

Atas esistensinya tertsebut, sejak 2012 hingga saat ini, Gama Multi Group telah menjadi tempat studi banding bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk pembentukan perusahaan induk sebuah universitas.

“Hingga saat ini, Gama Multi Group telah menjadi tempat studi banding oleh peguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke,” jelasnya.

Perguruan tinggi Indonesia yang telah melakukan benchmarking di Gama Multi Group, antara lain Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Negeri Manado, Universitas Katolik De La Salle Manado, Universitas Klabat Manado, Universitas Hasanudin Makasar, Universitas Muhammadiyah Makasar, dan Universitas Negeri Makasar.

Tidak berhenti sampai di situ, Universitas Sumatera Utara (USU), secara khusus melakukan studi banding ke Gama Multi Group, kemudian dilanjutkan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Universitas Diponegoro, Universitas Trisakti, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Al-ghifari Bandung, STIKES Yarsi Mataram, STIKES Harapan Ibu Jambi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Lambung Mangkurat, Sekolah Tinggi Bahasa Asing Prayoga Padang, Universitas Indonesia Timur Sulawesi Selatan, Universitas Abdurrachman Saleh Situbondo, Univeristas Garut, STMIK Amik Riau, STMIK Uyelindo Kupang, STMIK Bumi Gora NTB, Universitas Medan Area, STIKES Kurnia Jaya Persada, Universitas Fajar Makassar, dan STIKES Payung Negeri.

Berbeda dengan universitas lainnya, tercatat Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, dan Universitas Sumatera Utara telah melakukan studi banding secara berkala ke Gama Multi Group.

“Undip melakukan studi banding sebanyak empat kali, UI dua kali kunjungan, sedangkan USU melakukan tiga kali studi banding,” sloroh Indah Subadra, Corporate Public Relations Gama Multi Group.

Gama Multi Group semakin dilirik oleh perguruan tinggi yang belum mempunyai perusahaan induk untuk dijadikan tempat tujuan belajar pembentukan perusahaan induk universitas. Tak ketinggalan UIN Sumatera Utara juga ikut melakukan studi banding, setelah sebelumnya Universitas Sumatera Utara yang berkunjung.

Sementara itu, pada 2019, kegiatan study banding diawali oleh kunjungan dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar dalam rangka benchmarking pembentukan perusahaan induk UNHI pada 23 Januari 2019 lalu.
Tidak hanya perguruan tinggi di Indonesia, sebelumnya pada 13 Desember 2013, Gama Multi Group menerima kunjungan dari AUN/SEED-Net (ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network).

“Dasar dari kunjungan tersebut adalah ketertarikan SEED-Net untuk mengetahui lebih dalam mengenai Perusahaan UGM, Gama Multi Group, dan anak perusahaan Gama Multi Group, Gamatechno-Aino,” lanjutnya.
Selain itu, pada 18 Agustus 2015, Gama Multi Group menerima perwakilan Humber Institute of Technology & Advanced Learning, Canada untuk melakukan kegiatan yang sama.

“Tujuan dari studi banding tersebut, untuk mempelajari pengelolaan perusahaan induk di perguruan tinggi,” ungkapnya. (obi/a4/jko/mg2)