JUMLAH destinasi wisata yang diinisiasi masyarakat di Bantul jumlahnya terus bertambah. Salah satunya seperti Jembatan Nawacita yang menghubungkan Desa Bantul dengan Desa Guwosari. Tepatnya antara Dusun Tegal Dowo, Bantul dengan Dusun Kembangputihan, Guwosari, Pajangan, Bantul.
Kini masyarakat setempat, khususnya di Desa Guwosari mengembangkan jembatan gantung itu sebagai objek wisata. Sebab, bentuk jembatan gantung itu berpotensi mengundang daya tarik wisata. Misalnya untuk swafoto maupun kegiatan lainnya.

“Inisiatif dari masyarakat ini harus mendapatkan dukungan,” ungkap Anggota Komisi B DPRD DIY Joko Purnomo saat Kampanye Sadar Wisata 2019 Dinas Pariwisata DIY di Dusun Kentolan Lor, Guwosari, Pajangan, Bantul, Kamis(28/2).

Komisi B, terang Joko, merupakan alat kelengkapan DPRD DIY yang membidangi masalah perekonomian. Salah satu mitra kerjanya adalah Dinas Pariwisata DIY. Sebagai anggota dewan yang bermitra dengan dinas pariwisata, Joko siap mendukung penuh pengembangan jembatan gantung itu. “Khususnya dikembangkan sebagai destinasi wisata di Bantul,” katanya.

Politisi yang pernah menjadi ketua DPRD Bantul 2004-2009 ini mengingatkan pengembangan destinasi wisata tidak cukup mengandalkan dinas pariwisata. Namun harus ada sinergi dari beragam pemangku kepentingan. Mulai dari masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah. “Baik kabupaten maupun provinsi. Semua harus nyengkuyung bareng (mendukung, Red),” ajaknya.

Tanpa adanya sinergi itu, Joko pesimistis cita-cita menjadikan jembatan gantung sebagai destinasi wisata yang moncer dan dikenal luas akan terwujud. Dia meminta masyarakat harus menunjukkan keseriusan.
Harapan senada disampaikan kepada pemerintah daerah agar memfasilitasi pengembangan destinasi wisata tersebut. “Dukungan baik menyangkut aspek pembiayaan, sumber daya manusia maupun penguatan kelembagaan,” pinta Joko.

Dalam dialog dengan para penggiat wisata di Guwosari, masyarakat setempat mengungkapkan kesiapan menggarap jembatan gantung. Ke depan di kawasan itu akan dibangun zona kuliner.

Keberadan zona kuliner bertujuan menambah daya tarik bagi wisatawan agar berkunjung. “Kalau banyak yang berkunjung, ekonomi bergerak, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” imbuh Joko.

Semangat warga Desa Guwosari itu mendapatkan sambutan hangat dari Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY Wardoyo. Ide kreatif masyarakat itu harus didukung dan mendapatkan saluran yang tepat.

Dia juga sepakat dengan pandangan Joko. Pengembangan destinasi wisata memerlukan sinergi. “Sinergi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan. Destinasi wisata tidak mungkin berkembang tanpa ada sinergi dari banyak pihak,” cetusnya. (kus/mg2)