BANTUL – Pawai budaya ogoh-ogoh akan digelar di sepanjang Jalan Malioboro. Sedangkan puncak Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1941 jatuh pada Kamis (7/3).

Menyambut Nyepi, umat Hindu menggelar berbagai kegiatan. Selain keagamaan, diadakan pula kegiatan sosial seperti donor darah.
Rangkaian kegiatan Nyepi diawali Matur Piuning. Sudah dilakukan di Tugu Jogja dan Candi Prambanan serta beberapa pura. Pada Selasa (5/3) dilaksanakan Mepepade Nyukat di Pura Jagatnatha, Banguntapan.

Ketua Panitia Nyepi 2019, I Made Astra Tanaya mengatakan, peringatan tahun ini bertema Melalui Catur Barata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019. Nyepi tahun ini bersamaan dengan nuansa pemilu.

Tanaya mengatakan, pentingnya peran seluruh pemeluk agama menyukseskan pemilu. Disesuaikan dengan ritual Brata Penyepian.
“Diharapkan manusia terlahir kembali suci. Sehingga mampu menjaga hubungan harmonis antarsesama,” kata Tanaya.

Sekretaris Umum Panitia Nyepi, I Wayan Ordiyasa menjelaskan, pada Sabtu (2/3) digelar pawai budaya. Merangkul komunitas lintas agama dan budaya. Pawai digelar di Malioboro pukul 15.00. Start di Gedung DPRD DIJ.
“Pawai budaya juga melibatkan sekitar 20 kelompok seni,” kata Ordiyasa.
Pada Minggu (3/3) digelar upacara Melasti di Pantai Parangkusumo pukul 12.00. Sebelumnya, pada Selasa (19/2) telah diselenggarakan upacara serupa di Pantai Ngobaran, Gunungkidul.

Sedangkan pada Rabu (6/3) umat Hindu melakukan upacara Tawur Kesanga di Candi Prambanan. Rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo.
Puncaknya, pada hari yang sama, usai tawur kesanga, dilanjutkan pawai ogoh-ogoh. Digelar di tiga pura, Jagadnatha, Widya Darma dan Padma Buana.
“Setelah ogoh-ogoh diarak kemudian dibakar. Sebagai simbol menghilangkan hal-hal negatif. Masyarakat umum bisa menyaksikannya,” kata Ordiyasa.

Pada Kamis (7/3) yang merupakan pergantian Tahun Baru Saka, umat Hindhu melaksanakan ritual Brata Penyepian. Umat berdiam diri di rumah tidak melakukan kegiatan guna penghapusan dosa.
Sedangkan Dharma Shanti, yaitu kegiatan bermaaf-maafan umat Hindhu, dilaksanakan Sabtu (23/3) di Kepatihan. “Sehingga terwujudlah persaudaraan sejati,” ungkap Ordiyasa. (cr5/iwa/zl/mg2)