SLEMAN – Tim khusus Progo Sakti, tidak hanya dimiliki Polda DIJ saja. Polres Sleman juga sudah membentuknya awal tahun ini. Kinerja mereka pun langsung terlihat.
“Seperti kasus pelemparan batu yang menewaskan salah seorang suporter di Kalasan itu tiga hari langsung bisa tertangakap,” jelas Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, Kamis(27/2).

Kerja cepat dari tim Progo Sakti Polres Sleman itu, karena anggota tim terdiri dari jajaran anggota Polsek seluruh Sleman. Sehingga membuat koordinasi semakin mudah. nya. Tim yang beranggotakan 45 personil ini diresmikan pada 19 Januari 2019 lalu.

Rizky menegaskan, tidak akan setengah-setengah dalam membrantas kejahatan jalanan. Secara tegas, dia mengatakan tidak akan ada lagi celah untuk kejahatan jalanan di Sleman. “Langkah tegas itu dimaksudkan untuk meredam dan melumpuhkan aksi kriminal,” katanya.

Menurut dia, anggota tim Progo Sakti Polres Sleman ini adalah anggota yang terpilih dan terlatih. Serta memiliki kinerja yang baik. Selain itu, masing-masing anggota bukan hanya dibekali senjata laras panjang saja. Tapi juga dengan senjata genggam maupun beberapa senjata yang digunakan untuk melumpuhkan.

“Dengan adanya tim Progo Sakti Polres Sleman ini, diharapkan dapat memberikan prioritas kenyamanan bagi masyarakat khususnya di Sleman,” kata mantan Ketua Tim Progo Sakti Polda DIJ itu.

Dalam menghadapi kejahatan jalanan, dia mengatakan tidak cukup dengan cara yang soft. Perlu ada cara keras juga. Itu untuk menimbulkan efek jera kepada semua pelaku tindak kejahatan. “Kami juga tidak akan mentolelir pelaku kejahatan yang masih di bawah umur. Semua akan diproses sesuai UU yang ada,” tegasnya.

Sejak terbentuknya tim Progo Sakti Polres Sleman sampai dengan sekarang, tim ini sudah melakukan beberapa pengungkapan kasus. Selain berhasil mengungkap kasus pelemparan batu yang menewaskan salah seorang suporter, juga ada kasus pecah kaca mobil yang dilakukan di sembilan tempat kejadian perkara.

Tapi Rizky menyebut fokus utama tim Progo Sakti Polres Sleman adalah kejahatan 3C. Yaitu curanmor, curat (pencurian dengan pemberatan), dan curas (pencurian dengan kekerasan).

Dari data ungkap kasus, pada Januari 2019, tim Progo Sakti Polres Sleman berhasil mengungkap 25 kasus. Di Februari 2019 berhasil mengungkap 16 kasus. “Adanya Progo Sakti Polres Sleman ini membuat kejahatan jalanan di Sleman turun, dan waktu ungkapnya juga cepat,” bebernya.

Hasil tersebut, jelas dia, juga berkat laporan dan kerjasama masyarakat. “Masyarakat bisa mengirim pesan di akun media sosial instagram Progo Sakti Polres Sleman,” pesannya. (har/pra/mg2)