SLEMAN – Berawal dari rumah sakit yang melayani personel dan keluarga polisi serta aparatur sipil negara (ASN) kepolisian hingga menjadi rumah sakit umum. Hingga saat ini RS Bhayangkara Polda DIJ telah menyandang rumah sakit tingkat III. Masyarakat umum banyak yang berobat ke sana.

Capaian itu berkat inovasi yang terus dikembangkan. Khususnya dalam bidang pelayanan di lingkungan rumah sakit maupun masyarakat. Terbukti dengan adanya 25 program andalan RS Bhayangkara Polda DIJ.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Polda DIJ Kompol Theresia Lindwati memastikan fasilitas rumah sakitnya lengkap. Tercatat hingga saat ini rumah sakit yang beralamatkan Jalan Raya Solo Jogjakarta, Tirtomartani Kalasan Sleman ini memiliki 14 poli spesialis.

Salah satu fasilitas Eye Center bahkan mampu melayani operasi katarak. Alat canggih tersedia untuk menunjang tugas kerja dokter. Mulai dari mesin operasi mata Stellaris hingga Mikroskop Operasi Leica F20.
“Ada poli kandungan, kulit, poli mata dan lainnya. Lalu juga 24 dokter yang selalu siaga setiap harinya. Mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis,” jelasnya, Kamis(27/2).

Puluhan program ini terimplementasi secara aktif. Termasuk giat sambang ke lingkungan masyarakat. Tujuannya untuk mengedukasi gaya hidup sehat kepada masyarakat. Selain itu juga menggelar pengobatan kepada setiap elemen masyarakat.

“Ada Bangsar yang artinya sambang pasar. Juga Bhayangkara Goes to School. Program ini berjalan secara periodik dengan terjun langsung . Adapula pelayanan home care, memeriksa, merawat dan mengobati dengan datang langsung ke rumah pasien,” ujarnya.

Saat ini RS Bhayangkara Polda DIJ juga sudah tidak lagi identik dengan RS khusus polisi. Terbukti rumah sakit ini kerap menjadi rujukan periksa kesehatan. Tak hanya periksa sesaat tapi juga hingga operasi dan rawat inap.
Kini, RS Bhayangkara juga turut mendukung program jaminan kesehatan. Tidak hanya BPJS Kesehatan tapi jaminan kesehatan lainnya.

“Kami juga mewujudkan zona integritas. Wujudnya dalam pelayanan kepada pasien dan masyarakat. Seiring waktu tantangan dalam dunia kesehatan memang terus meningkat,” kata perempuan yang pernag bertugas di Pusdokkes Mabes Polri.

Perjuangan Theresia dan timnya terbayar. Terbukti pada medio 2017 menuju 2018 terjadi peningkatan kunjungan hingga 50 persen. Memiliki empat mobil ambulans dan 59 kamar rawat inap berbagai kelas. Disatu sisi rumah sakit ini juga tetap menjalani komitmennya dalam tugas kepolisian. “Fungsi dan peran forensik seperti visum, otopsi tetap kami jalani,” ujarnya. “Kalau spesialis saya forensik, terkadang masih turun untuk membantu identifikasi,” tambahnya sambil tersenyum. (dwi/pra/mg2)