JOGJA – Pendaftaran calon ketua umum (ketum), wakil ketum, dan executive committee (Exco) Asosiasi Provinsi PSSI DIJ telah ditutup Kamis (28/2). Sebanyak 12 formulir pendaftaran telah dikembalikan pendaftar pada Komite Pemilihan Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI DIJ.

Dari 12 formulir yang dikembalikan tersebut, sebagian besar memang mencalonkan diri sebagai anggota Exco. Tetapi, untuk jabatan lainnya sepi peminat. Bahkan, untuk jabatan ketua umum hanya satu orang yang mengembalikan,” kata Wakil Ketua Komite Pemilihan KLB Asprov PSSI DIJ Ediyanto Jumat (1/3).

Dijelaskan pihak komite pemilihan belum bisa membuka nama-nama yang mengembalikan formulir pendaftaran. Sebab, pada tahap verifikasi selama lima hari ke depan masih dilakukan pengecekan terhadap berkas yang masuk. “Andai kata ada berkas yang belum lengkap, itu bisa disusulkan. Tapi, yang pasti, pengembalian formulir sudah ditutup,” imbuh Ediyanto.

Setelah pendaftaran ditutup, pihaknya segera melakukan proses verifikasi data hingga Selasa (5/3) mendatang. Kemudian, berselang satu hari, hasil verifikasi akan langsung diumumkan. Dijelaskan, bagi calon yang tidak lolos verifikasi, diberikan hak untuk melakukan banding. Waktu yang disediakan untuk banding Selama dua hari, yakni 7-8 Maret. “Silahkan kalau ada yang mau banding nanti ada waktunya,” katanya.

Ediyanto menjelaskan, meski nantinya muncul satu bakal calon Ketum saja, pelaksanaan KLB tetap berlangsung. Bisa jadi, jabatan nomor satu di Asprov PSSI tersebut dilakukan secara aklamasi.”Kami bisa saja melakukan aklamasi. Karena tidak ada yang lain lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota komite pemilihan lainnya, Kuncoro mengungkapkan, KLB Asprov PSSI DIJ adalah sebuah hal yang biasa di organisasi PSSI. Namun, tahapan pelaksanaan KLB di DIJ ini, merupakan yang pertama terjadi di Indonesia. Karena dilangsungkan oleh pemilih suara. “Kasus yang terjadi di DIJ ini, nantinya bisa diikuti provinsi lain yang kepengurusannya juga sedang bermasalah,” ujarnya. (bhn/din/mg4)