SLEMAN – Pemkab Sleman menerima Dana Keistimewaan (Danais) 2019 sebanyak Rp 54 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk kebudayaan, pariwisata, pendidikan, serta pengadaan tanah. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Aji Wulantara menjelaskan, Danais untuk Sleman akan dimanfaatkan sesuai visi Pemkab Sleman. Salah satunya mewujudkan masyarakat berbudaya.

Yaitu dilakukan dengan Gerakan Sleman Berbudaya. Dimana seluruh lapisan masyarakat akan andil memajukan budaya yang ada di Sleman.
Aji mengatakan, penerapan filosofi Jawa, Kiblat Papat Lima Pancer, menjadi patokan memajukan kebudayaan yang ada di Sleman. Kemajuan budaya dari empat sektor atau kiblat papat harus mendapatkan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan tentang pemajuan kebudayaan.
“Seperti halnya sektor utara yang merupakan kawasan Lereng Merapi. Menjadi sumber budaya dalam menjaga keselarasan dengan alam,” jelas Aji Jumat (1/3).

Selain itu, cagar budaya yang merupakan peninggalan di Sleman wilayah timur akan dilestarikan. Sektor barat Sleman memiliki sumber budaya agraris dan religi. Nantinya akan dibangun Taman Budaya sebagai penanda di Godean. Sleman bagian selatan memiliki situs Keraton Ambarketawang. Merupakan simbol kebudayaan yang kaya nilai budaya. “Pelestarian budaya juga dilakukan untuk mendukung visi DIJ menjadi daerah wisata terkemuka,” kata Aji.

Prioritas Danais yang sama akan didapatkan oleh semua sektor di luar pancer atau pusat pemerintahan. “Selama masyarakat mengadakan kegiatan yang sesuai, Danais akan diberikan kepada masyarakat,” kata Aji.
Pengajuan Danais oleh masyarakat mudah. Yaitu mengirimkan proposal kegiatan kebudayaan ke Dinas Kebudayaan Sleman dengan nama kelompok atau komunitas. Disetujui pihak desa dan kecamatan. Serta melampirkan Nomor Induk Kebudayaan yang bisa diperoleh di Dinas Kebudayaan.

Semua warga boleh mengajukan Danais selama dananya masih ada. Jika dana tidak mencukupi, Pemkab Sleman akan mengupayakan penambahan Danais ke Provinsi. “Hal ini dilakukan untuk mendukung masyarakat dalam memajukan budaya yang ada,” kata Aji. (cr7/iwa/by/mg4)