JOGJA – Bawan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jogja akhirnya harus memperpanjang waktu pendaftaran pengawas tempat pemungutan suara (PTPS). Hingga Senin (4/3). Sebab, kuota yang dibutuhkan belum terpenuhi. Dari 1.430 pendaftar hanya 1.204 orang yang memenuhi syarat. Sehingga masih kurang 169 orang untuk memenuhi kebutuhan PTPS sebanyak 1.373.

Ketua Bawaslu Kota Jogja Agus Inharto mengungkapkan ada beberapa hipotesis yang menyebabkan belum terpenuhinya kuota pendaftar PTPS. Paling utama adalah bertambahnya batas minimum usia pendaftar. Yakni 25 tahun. Sementara pada penyelenggaraan pemilu sebelumnya 17 tahun.

“Syaratnya usia 25 tahun ke atas atas pertimbangan kematangan emosional. Tapi ini juga menjadi kendala karena pada rentang usia tersebut biasanya sudah sibuk dengan aktivitas,” ungkapnya Minggu (3/3).

Pertimbangan usia berdasarkan evaluasi pemilu sebelumnya. Pengawas dengan syarat usia minimal 17 tahun dianggap tidak optimal. Terlebih sikap dalam menempatkan diri sebagai pengawas. Masih tingginya dorongan emosional membuat kinerja mereka tidak fokus.

Munculnya batas minimal 25 tahun, menurut Agus, telah melalui berbagai pertimbangan dan kajian. Orang dengan usia tersebut dinilai lebih mampu berpikir bijak. Untuk menjalankan tugas dengan baik. Juga mampu menjaga sikap netralitas.

Agus mengatakan syarat menjadi PTPS tidak terlalu rumit. Selain usia, juga tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu. Syarat administrasi hanya berupa ijazah minimal SMA/sederajat yang telah dilegalisasi lembaga terkait. Surat sehat dari dokter. Dan mengisi formulir pendaftaran.

Calon PTPS juga diminta mengisi formulir kesanggupan sikap netral. Komitmen ini sangat penting. Demi kelancaran penyelenggaraan pemilu.

Ketua Panwascam Mantrijeron Bambang Srigati mengakui, minat masyarakat menjadi PTPS tidak seantusias Pemilu 2014. Di Mantrijeron saja hanya ada 86 pendaftar. Padahal kebutuhannya 106 PTPS.

Dengan perpanjangan waktu pendaftaran, Bambang optimistis bisa menjaring kekurangan jumlah PTPS di wilayahnya. “Tentu kami berharap ada pendaftar sebanyak-banyaknya. Agar proses seleksi (PTPS, Red) lebih optimal,” katanya. (dwi/yog/tif)