JOGJA – National Paralympic Committee (NPC) DIJ menargetkan masuk 10 besar pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua 2020 mendatang. Target tersebut bisa dibilang cukup realistis. Sebab, di ajang Peparnas sebelumnya berhasil masuk ke posisi sembilan.

Ya, kontingen Peparnas di ajang sebelumnya berhasil meraih 15 medali emas, 16 perak, dan 30 perunggu. Untuk mencapai target tersebut NPC DIJ akan menggelar pemusatan latihan daerah (Pelatda) lebih awal dari biasanya.

Ketua NPC DIJ Hariyanto mengatakan, pelatda atlet Peparnas akan dimulai pada Maret ini. Namun, tidak semua cabang olahraga (cabor) bakal memulainya lebih awal.

”Kami harus memperhitungkan potensi perolehan medali di multisport event tingkat nasional tersebut,” kata Hariyanto Minggu (3/3).

Ya, cabor yang seperti angkat berat, atletik, bulu tangkis, catur, tenis meja, tenis kursi roda merupakan pendulang pundi-pundi medali. Dari itu, cabor tersebut akan menjadi prioritas digelar puslatda lebih cepat.

Sebanyak 70 atlet turut ambil bagian dalam pelatda bulan ini. Atlet tersebut berasal dari seluruh kabupaten/kota di DIJ yang telah dipetakan melalui database prestasi. Baik di level daerah, nasional, maupun internasional.

Dijelaskan, dari bidang pembinaan prestasi sudah dilakukan petakan, siapa saja yang masuk pelatda.

”Jadi, banyak pertimbangan untuk atlet bisa masuk ke sini, terutama soal prestasi-prestasi sebelumnya ya,” jelasnya.

Selanjutnya, dalam pelatda nanti, masing-masing atlet akan kembali di petakan ke dalam beberapa level. Tujuannya, memotivasi atlet-atlet yang ada di level bawah, untuk berusaha mengejar atlet yang levelnya berada di atas.

Dia pun tidak memungkiri, sejumlah cabor potensial untuk pelatda ini, memang difokuskan pada kategori individu, atau perorangan terlebih dahulu. Menurutnya, untuk cabor tim, atau beregu belum disentuh, karena pertimbangan akomodasi menuju Papua.

”Kalau harus bawa rombongan banyak, padahal yang dihitung hanya satu medali, ini berat. Pertanggungjawaban kita kan soal anggaran dan prestasi. Itu menjadi catatan utama,” ucapnya.

”Apalagi, persaingan semakin ketat, semakin berat. Tapi, kami tetap optimis lah. Makanya, kita laksanakan pelatda ini lebih awal, agar kita bisa minimal mempertahankan prestasi empat tahun lalu,” tuturnya. (bhn/zam/mg4)