JOGJA Persepsi negatif jika menyebut Negara Rusia dinilai akan merugikan Indonesia. Padahal, warga Rusia justru sangat antusias dengan produk-produk dari Indonesia. Karena itu, pelaku usaha di DIJ pun diminta bisa memanfaatkannya.

Dubes RI untuk Rusia M Wahid Supriyadi mengakui masih banyak pengusaha lokal yang merasa khawatir dengan citra Rusia. Kendati demikian, melalui festival budaya yang diinisiasi pada 2016 itu membuktikan antusiasme masyarakat Rusia terhadap produk-produk Indonesia cukup tinggi. “Saya ingin mengajak Jogjakarta untuk untuk ikut Festival Indonesia yang keempat,” ujar usai melakukan pertemuan dengan Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X, Senin siang (4/3)

Sejak 2016, diakuinya pengunjung festival terus meningkat. Dari mulai 68.000 orang, meningkat pada 2017 menjadi 91.000. Lalu pada 2018 lalu kian naik menjadi 135.000 pengunjung. Kedubes RI di Moscow pun menargetkan tahun ini menjadi 140.000 pengunjung.

Nantinya, Wahid ingin produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Jogjakarta, bisa mengisi sebagian dari 100 booth yang disediakan. Bisa berupa pameran produk kain, kerajinan, kuliner, hingga workshop.  “Biasanya salah satu yang paling menarik itu workshop wayang kulit,” ujar Wahid. “Para pengunjung bahkan rela menunggu demi bisa menyaksikan workshop wayang kulit,” tambahnya.

Ada pun pameran busana tradisional yang mengangkat nuansa tenun, batik, dan lain sabagainya. Menjadi salah satu hal yang menarik bagi para pengunjung. Wahid mengatakan, banyak orang Rusia yang memiliki selera serupa dengan masyarakat Indonesia. Seperti kuliner dan fesyen. Oleh karena itu, pihaknya tak ingin cepat merasa puas. Dia menginginkan adanya aktivitas bisnis yang berkelanjutan. Seperti kerja sama ekspor serta pengenalan kebudayaan kepada masyarakat internasional.

Sedang Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIJ Yuna Pancawati mengatakan, hingga kini tujuan ekspor produk lokal Jogjakarta telah mencapai 115 negara. “Memang sudah ada yang sampai ke Rusia dan wilayah Asia sisi utara,” ujarnya.

Hal itupun diakuinya turut menjadi penyebab meningkatnya aktivitas ekspor di DIJ dari tahun ke tahun.(cr9/pra/mg2)