JOGJA Hari keempat (23/2) tim All Star tidak menjalani latihan. Mereka harus ikut turnamen nasional Dtermine Your Destiny di Get It Done Sports Arena di Corona, California. Tim putra dan putri harus melakoni dua laga. Hasilnya, baik tim putra dan putri sama-sama meraih satu kemenangan dan menelan satu kekalahan. Turnamen masih akan berlangsung sampai tanggal 24 Februari.

Udara dingin di Corona, California menjadi kekhawatiran tim Honda DBL Indonesia All-Star. Pagi itu, udara sempat menyentuh angka 4 derajat celcius. Ini adalah suhu terendah sepanjang lawatan mereka di AS.

Turnamen dibuka dengan pertandingan putri antara Honda DBL Indonesia All-Star melawan tim Dtermined Select. Bermain di Pool A Grade D1 (8th Grade), tim putri All-Star benar-benar kesulitan menemukan peak dalam permainan mereka.

Selain udara dingin memperlambat gerakan, perbedaan regulasi pertandingan membuat serangan mereka tidak efektif. Sejumlah bad call dari wasit mereka terima. Padahal menurut aturan FIBA yang biasa digunakan, seharusnya call tersebut tidak perlu terjadi. Momentum tidak pernah berpihak ke tim All-Star. Hingga harus menelan kekalahan 20-38.

Coaching staff tim putri All-Star berpendapat, kekalahan mereka di game pertama dideterminasi faktor regulasi. Sejumlah strategi tidak bisa mulus dilakukan karena banyaknya bad call dari wasit dan juga lambatnya adaptasi pemain dengan regulasi.

Di pertandingan berikutnya, tim All-Star memperbaiki segala kekurangan. Selain itu mereka juga mulai bisa beradaptasi dengan udara dingin. Berhadapan dengan tim WE-R1 yang memiliki materi pemain lebih komplit daripada tim sebelumnya, Faizzatus Shoimah dkk “mengaum”. Mereka menang 42-35.

Sementara tim putra mulai mendalami regulasi yang digunakan dalam turnamen tersebut. Alhasil, pertandingan pertama tim putra Honda DBL Indonesia All-Star melawan tim Just Play relatif berjalan sesuai skenario. Skor akhir 62-23 mereka bawa pulang.

Di pertandingan berikutnya, mereka juga tampil mengesankan. Melawan tim DTermined yang kemampuannya setara, mereka mampu terus menjaga keunggulan dari lawan.

Namun, banyak eksekusi yang dilakukan terburu-buru. Alhasil, momentum justru berbalik memihak tim lawan. Buzzer akhir pertandingan berbunyi saat papan skor menunjukkan angka 50-59. All Star pun kalah.

Apa yang mereka jalani itu merupakan sejarah baru. Mereka menduduki posisi runner-up setelah kalah 33-39 dari Team DTermined, sebuah tim yang memiliki reputasi cukup baik di California, pada partai final Turnamen Nasional DTermine Your Destiny di Corona, California.

Untuk diketahui, tim putra Honda DBL Indonesia All-Star dapat tampil di babak final setelah memenangkan tiga dari 4 pertandingan penyisihan. Turnamen berlangsung selama dua hari, 23-24 Februari. (vnk/wir/man/mg2)