PURWOREJO – Polres Purworejo dalam waktu dekat akan memanggil ETH, 54, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purworejo. Langkah ini menindaklanjuti pelimpahan berkas yang diberikan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Purworejo terkait dugaan pelanggaran pidana Pemilu yang pada Jumat malam (1/3).

“Ya, kami terima pelimpahan berkas dari Bawaslu. Baru tiga hari ini,” kata Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP R. Haryo Setyo Liestyawan (4/3).

Pihaknya masih melakukan penyidikan dan baru akan melakukan pemanggilan setelah berkas lengkap. Ada mekanisme tersendiri dalam menangani kasus pelanggaran Undang-Undang Pemilu. “Tunggu kabar selanjutnya saja,” jelasnya.

Bawaslu melimpahkan berkas dugaan pelanggaran pidana Pemilu yang dilakukan ETH, calon anggota DPRD karena menggunakan kendaraan dinas untuk melakukan kegiatan kampanye.

Ketua Bawaslu Purworejo, Nur Kholiq mengungkapkan, dugaan itu telah diklarifikasi di Sentra Gakkumdu selama dua pekan. ‘’Munculnya dugaan itu berdasarkan temuan hasil pengawasan kampanye melekat di lapangan Desa Popongan, Banyuurip (3/2),” kata Nur Kholiq

Penanganan terhadap kasus tersebut sudah dilakukan dengan melakukan pemanggilan belasan saksi untuk klarifikasi. Sesuai ketentuan, karena dugaan pidana, sejak awal proses penanganan kasus ini sudah melibatkan Kepolisian dan Kejaksaan yang ikut tergabung dalam lembaga Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi, Rinto Hariyadi menyebutkan, rapat pleno Bawaslu Purworejo memutuskan untuk melimpahkan kasus tersebut ke tahap penyidikan kepolisian setelah mencermati unsur formil dan material cukup kuat.

“Setelah dilimpahkan ke tahap penyidikan, sesuai UU 7/ 2017 dan Perbawaslu 31/ 2018, tahap penyidikan di kepolisian waktunya 14 hari sejak dilimpahkan oleh Bawaslu,” jelasnya.

Rinto menjelaskan jika ETH disangka melanggar ketentuan larangan kampanye. Yakni dalam pasal 280 ayat (1) huruf h jo pasal 521 UU 7/2017. “Hasil pengawasan melekat yang kami lakukan, ada dugaan kuat terlapor saat hadir pada kegiatan di lapangan Desa Popongan menggunakan fasilitas negara berupa mobil dinas,” jelasnya.

Sesuai inisial yang diberikan Bawaslu, ETH kemungkinan adalah Endang Tavip Handayani, anggota DPRD Kabupaten Purworejo 2014-2019. Dia merupakan wakil rakyat yang terpilih dari Daerah Pemilihan V (Kemiri, Pituruh, Bruno). Saat ini dia menempati posisi wakil ketua DPRD Purworejo. (udi/din/fj/mg2)