SLEMAN – Hari masih pagi. Tapi, Selasa (5/3), langit Jogjakarta sudah dipenuhi ratusan penerjun. Mereka adalah anggota Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara yang sedang menggelar latihan terjun payung penyegaran dan pendaratan. Lokasinya di titik Runway Grass Trip Lanud Adisutjipto, Jogjakarta.

Penerjunan ini melibatkan 74 penerjun dari anggota Denhanud 474 Paskhas yang dipimpin Komandan Denhanud 474 Paskhas Letkol Pas Andy TT Warru Wora. Selebihnya penerjun free fall, termasuk dari Waniat Angkatan Udara (WARA) dan atlet terjun payung dari Federasi Aerosport Indonesia (FASI). Mereka diangkut dengan pesawat C-130/A-1312 dari Skadron Udara 32 Malang.

Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Ir Bob Panggabean menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin prajurit Paskhas. Secara khususnya bertujuan memelihara kecakapan dan meningkatkan kemampuan prajurit. ”Agar mereka selalu siap menghadapi tugas maupun operasi penugasan,’’ tegasnya.

Letkol Andy Warru mengatakan, selain menambah kemampuan dan keterampilan prajurit, kegiatan ini juga untuk meningkatkan rasa percaya diri kepada anggota. Ia bersyukur tidak ada kendala berarti dalam penerjunan kali ini. “Seluruh kegiatan berjalan aman dan sesuai rencana,” tuturnya.

Dari 114 pasukan, 78 di antaranya melakukan terjun statik. Kali ini terjun statik dilakukan dari ketinggian 1.500 kaki. Terjun statik merupakan teknik terjun dengan menggunakan payung yang mengembang. Pasukan mengembangkan payung begitu keluar dari pesawat.

Sedangkan 36 lainnya melakukan terjun bebas. Berbeda dengan terjun statik, terjun bebas memerlukan jarak yang lebih tinggi. Kali ini dilakukan dari ketinggian 8.000 kaki. Pasukan keluar dari pesawat dan mengembangkan payung di ketinggian tertentu.

Setahun sekali pasukan angkatan udara melakukan terjun. Kali ini diadakan dua kali. Di dini hari mulai pukup 05.30 terjun statik dan terjun bebas. Sedangkan di malam hari mulai pukul 18.45 hanya terjun statik saja. (cr10/din/mg4)