SLEMAN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga menggelar sosialisasi Seleksi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Selasa (5/3). Agenda yang digelar di gedung Prof. RHA. Soenarjo itu diikuti 272 siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat se-DIJ.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi menjelaskan, agenda itu merupakan langkah awal untuk menekankan jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN kepada seluruh sekolah di DIJ. Baik SMA, MA, SMK, dan pondok pesantren.

Perlu diketahui, SPAN-PTKIN adalah seleksi nasional berdasarkan penjaringan akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi lain. Tanpa ujian tertulis.  Sedangkan UM-PTKIN adalah seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh UIN/Institut Agama Islam Negeri (IAIN)/ Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dalam satu sistem terpadu dan serentak. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada calon Mahasiswa.

Sosialisasi dilakukan, tambah Yudian, karena adanya perubahan mengenai jumlah kuota, fakultas, dan program studi (prodi), serta perubahan waktu mendaftar. “Yang terpenting adalah memberikan pemahaman kepada kepala sekolah yang nantinya akan disampaikan kepada siswanya,” jelas Yudian saat ditemui di sela acara.  Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIJ Kadarmanta Baskara Aji menuturkan bahwa siswa berhak mendapatkan data diri yang telah dimasukkan dalam pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS). Hanya, masih ada beberapa Sekolah yang belum mengisikan data siswanya pada sistem tersebut.

Baskara menambahkan, setiap sekolah harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM PTN) dan SPAN-PTKIN. ”Dengan cara mengisikan data siswa ke PDSS dalam SNMPTN atau SPAN PTKIN,” jelas Baskara seusai acara sosialisasi.
Hingga sekarang, pihaknya terus mendorong semua sekolah untuk mengisi PDSS. Baskara juga memantau seluruh sekolah melalui panitia penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri di DIJ. Sekolah yang diketahui tidak mengisi PDSS akan mendapat peringatan secara langsung. Baik melalui telepon atau surat.

Jadwal seleksi SPAN-PTKIN dimulai dari pengisian PDSS. Sedangkan verifikasi dan pendaftaran mulai 23 Januari hingga 28 Februari 2019. Hasil seleksi akan diumumkan 1 April. Lalu, disusul daftar ulang sesuai dengan jadwal masing-masing PTKIN.  Untuk UM–PTKIN, pembayaran pendaftaran dan ujian dimulai 2 hingga 29 April 2019. Kemudian tes tulis akan dilaksanakan pada 28 Mei 2019. Meliputi tes potensi akademik (TPA), bahasa, keislaman, kemampuan IPA/IPS dan IPC. Hasil ujian akan diumumkan pada 1 Juli 2019. (cr7/zam/mg4)