Atlet balap sepeda DIJ, Liontin Evangelina,19, dibebani target emas pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua mendatang. Apa yang dia persiapkan?

BAHANA, Jogja

Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) sejak lama dikenal melahirkan atlet-atlet balap sepeda. Sejumlah legenda balap sepeda, baik di kategori putera maupun putri terlahir dari DIJ. Mereka juga mengharumkan nama Tanah Air di kancah internasional.

Nah, di antara talenta-talenta balap sepeda Jogjakarta mulai menampakkan potensinya. Salah satunya ada nama atlet balap sepeda asal Sleman, Liontin Evangelina. Dia kini telah menjadi andalan DIJ dan mengikuti jejak sang ibu yang juga pembalap legendaris, Nurhayati.

Angel begitu disapa, serius menjalani profesi sebagai atlet balap sepeda sejak usia 15 tahun. Saat ini, dia fokus mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX- 2020 Papua. Hasrat Angel untuk meraih medali emas bukan tanpa alasan. Sebab, di PON XIX 2016 Jawa Barat lalu, Angel belum mempersembahkan emas bagi kontingen DIJ.

Selain itu pada PON XX- 2020 Papua mendatang, besar kemungkinan akan menjadi event PON terakhir baginya. Maklum, mulai saat ini ada pemberlakuan batasan usia di cabor balap sepeda. Namun demikian, hal ini tidak menjadikan beban berat bagi Angel. Bahkan dia berjanji akan mempersembahkan kemampuan dan hasil terbaik nantinya.”Saya ingin mempersembahkan medali emas untuk DIJ,’’ kata Angel di kantor KONI DIJ baru-baru ini.

Untuk mencapai target tersebut, Angel akan menempuh try out di Korea Selatan selama tiga bulan. Angel akan bertolak ke Negeri Ginseng itu hari ini. Dalam pelatihan yang diadakan oleh World Cycling Centre Korea Satellite (WCCKS) ini, ternyata tidak semua atlet berkesempatan mengikutinya.”Sangat beruntung, mendapatkan undangan dan menjadi perwakilan DIJ,” jelasnya.

Di Korea Selatan, dia akan berlatih bersama sejumlah pembalap dari Malang, Jawa Timur dan pelatih dari Kalimantan Barat. Dipilihnya Angel bukan tanpa alasan. Hal tersebut, dikarenakan progres positif seusai pelatihan pertama sebelumnya. Juga prestasi yang diperoleh Angel selama beberapa tahun terakhir.

Beberapa prestasi yang telah dicatatkan yakni emas dan perak masing-masing di nomor 2.000 meter dan 500 meter track women junior Kejuaraan Asia 2017 di India. Juga perunggu nomor individual trime trial (ITT) women junior Kejuaraan Asia 2017 Bahrain.

Nah, kesibukannya dalam mempersiapakan PON, mau tidak mau, Angel harus menempuh cuti untuk pendidikannya. Saat ini Angel tercatat aktif sebagai mahasiswi semester dua jurusan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Bahkan, Angel harus melewatkan kesempatan untuk masuk dalam Pelatnas SEA Games 2019. Mengingat waktu diadakannya pelatihan bersamaan dengan jadwal Pelatnas. Selain menimba ilmu di Korea Selatan, dia juga akan mengikuti pertandingan di Korea Selatan, Tiongkok, dan Thailand.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Prof Djoko Pekik Irianto berharap Angel tidak menyia-nyiakan kesempatan luar biasa ini. Dia juga berharap supaya Angel dapat menjadi pembalap nasional bahkan internasional, seperti sang ibu. “Alhamdulillah ini mendapatkan berkah yang luar biasa. Kami mengapresiasi dan bangga memiliki Angel,” jelasnya.(din/mg4)