SLEMAN – Untuk menambah jam terbang para atlet, Asosiasi Pemersatu Orangtua Siswa Sasana Wushu Indonesia Sinduadi (APASI) menggelar Sinduadi Wushu Championship. Diikuti 50 atlet pemula, ajang ini terbagi dalam tiga kelas; dasar, menengah, dan mahir.

“Ini sebagai pijakan awal mereka agar mental terbentuk. Dengan demikian siap mengikuti kompetisi di luar,” jelas David Kurniawan selaku pengelola Sasana Wushu Sinduadi.

Ajang ini dibuat sedemikian rupa sehingga atlet memiliki gambaran bagaimana menghadapi pertandingan wushu. “Kesabaran dan kedisiplinan atlet pun tumbuh. Dengan begitu mereka tidak grogi menghadapi event-event yang lebih besar,” jelasnya.

Ia berharap kejuaraan semacam ini dapat diselenggarakan lebih rutin. “Arahan dari Pembina, kalau bisa diadakan 4-6 bulan sekali,” jelasnya.

Hal ini diperlukan agar program latihan yang selama ini dilakukan dapat diaplikasikan dalam bentuk pertandingan. Semakin banyak jam terbang seorang atlet, tentu saja semakin siap pula menghadapi pertandingan yang lebih besar.

David melihat dengan diadakannya kejuaraan ini para atlet menjadi lebih bergairah dalam berlatih. Mereka menjalani program latihan lebih semangat. Selain itu, juga memiliki daya juang yang lebih untuk berkompetisi secara sportif.

Ada enam jurus yang dipertandingkan yakni Wo Bu Quan, Chang Quan, Jian Shu, Dao Shu, Qiang Shu, dan Nan Quan. Tiap jurus memiliki gerakan-gerakan yang khas.

Ketua APASI Agung Saputro menambahkan, kejuaraan ini sekaligus menjadi sarana mencetak bibit-bibit unggul. Apalagi  April mendatang akan mengikuti kejuaraan terbuka Unnes Cup. Ia mengapresiasi para orang tua maupun atlet yang mendukung dan mensukseskan acara ini. (cr10/laz/mg2)