MAGELANG – Housekeeping adalah pekerjaan yang berbasis bersih-bersih. Pekerjaan ini banyak berkaitan dengan dunia perhotelan dan restoran. Mereka ingin membawa standar kebersihan hotel di Masjid Agung Kauman, Kota Magelang.

FRIETQI SURYAWAN, Magelang

Hari Minggu lalu, puluhan orang berkaus hitam membersihkan Masjid Agung yang terletak di Alun-alun Kota Magelang itu. Mereka adalah anggota Indonesia Housekeepers Association (IHKA) BPC Magelang yang wilayahnya meliputi eks Karesidenan Kedu. Sengaja masjid yang berusia lebih 200 tahun ini menjadi tempat bersih-bersih ala hotel.

“Housekeeper tugasnya bersih-bersih. Bisa bersih-bersih hotel, restoran, rumah sakit hingga bersih-bersih tempat ibadah. Kami ingin standar kebersihan yang ada di hotel bisa juga dibawa ke masjid,” kata Ketua IHKA BPC Magelang Faizal Iziana kemarin.

Bersih-bersih tempat ibadah adalah bagian dari program IHKA Magelang dalam upayanya lebih mengenalkan profesi tersebut ke masyarakat. Selain itu mereka juga mengadakan kegiatan making bed, uji kompetensi hingga sosialisasi. Kegiatan-kegiatan tersebut biasanya menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK), LPK hingga SMK Perhotelan.

“Kegiatan bersih-bersih tempat ibadah kali ini melibatkan SMKN 3 Kota Magelang, LPK ICTC dan SMK Perhotelan Mutiara Mandiri Temanggung,” tuturnya.

Kegiatan ini tidak hanya fokus pada tempat kering seperti tembok, pintu, plafon atau langit-langit hingga lantai. Tetapi juga tempat-tempat basah, seperti toilet dan tempat wudu. Mereka juga mencuci mukena hinga mengecat bagian-bagian yang sudah pudar warnanya.

“Kami bersihkan juga vakum, tempat-tempat kering. Termasuk scrap lantai basah, biar tidak licin. Tidak ketinggalan mengecat dan cuci mukena,” ungkap ketua panitia kegiatan Teguh Aji Nugroho.

Menurut Chibrodin dari SMK Mutiara Mandiri Temanggung, sebagai sekolah perhotelan, pihaknya ingin memberi gambaran tentang dunia kerja housekeeper. Oleh karena itu para siswa dikerahkan untuk ikut terjun dalam bersih-bersih tempat ibadah ini. Harapannya, para siswa bisa lebih paham soal standar kebersihan di mana dia akan bekerja nantinya.

“Ini bagian dari job training. Agar siswa paham bahwa housekeeping tidak hanya di hotel atau kapal pesiar saja, tetapi juga untuk semua dunia usaha, hingga tempat ibadah,” ujarnya.

Joko Wahyudi, siswa LPK ICTC Magelang mengaku sangat terdukung dengan kegiatan tersebut. Karena dia jadi tahu bahwa kebersihan bisa beda-beda tempatnya. Tetapi ada standar kebersihan yang sama, dalam membersihkan tempat dan alat. “Tiap tempat dan alat punya ciri khas tersendiri. Tetapi standar kebersihan di mana-mana ya harus sama,” tegasnya.

IHKA BPC Magelang sendiri baru berusia setahun. Mereka mendeklarasikan organisasi itu Maret tahun lalu. Jumlah anggotanya sudah hampir 100 orang. Dalam kegiatan ini, mereka menggunakan dukungan chemical dari Cnoil. (laz/mg2)