PURWOREJO – Satu set dental atau unit kursi tempat periksa gigi di Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Purworejo diduga sudah berpindah tangan. Itu sebagai dampak pergantian pengurus di Yayasan Manggala Praja Adi Purwa, yang menaungi Akper Pemkab Purworejo.

Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Purworejo yang ditunjuk sebagai pemegang kuasa yayasan lama yang menaungi Akper, Yayasan Manggala Praja Adi Purwa, Basuki Rahmat mendatangi kampus yang ada di Jalan Purworejo-Kutoarjo di Grantung, Kecamatan Bayan, Jumat (15/3). Kedatangannya didampingi Humas GMBI Sukiswanto diterima oleh Direktur Akper Pemkab Purworejo, Wahidin.

Kedatangannya untuk mempertanyakan aset yang berasal dari hibah Ramadhan Medical Centre di tahun 2016 telah dilakukan penjualan. Pihaknya mendapatkan informasi itu dari pengurus lama dan melakukan klarifikasi tentang kabar tersebut. “Tentunya kalau sudah hilang bisa ada nominal yang diselesaikan kepada pihak pengurus yayasan lama. Kalau tidak bisa diselesaikan kekeluargaan, kita lanjutkan ke proses hukum, kita laporkan ke kepolisian,” tuturnya.

Menurut dia, dental tersebut merupakan hibah dari klinik Ramadhan Medical Centre yang pemiliknya merupakan seorang dokter gigi. Hibah tersebut karena sang dokter ingin memacu agar di Akper bisa ada kegiatan untuk menunjang mengatasi penyakit gigi.

Sementara itu, Direktur Akper Pemkab Purworejo, Wahidin, menyatakan akan mengkomunikasikannya kepada pengurus yayasan saat ini. Untuk langkah selanjutnya, pihaknya menunggu instruksi dari yayasan. Yang jelas pihaknya merasa belum pernah melakukan penghapusan aset. (udi/pra/mg4)