Menjadi juru parkir di Benteng Vredeburg dan tukang ojek pangkalan di Stasiun Tugu. Dua profesi sekaligus itu dijalani Sulardi. Hampir selama tujuh tahun. Warga Bantul ini saban hari harus membagi waktu untuk menjalani dua profesi itu. Agar dapurnya tetap mengepul.

Tapi, kerja ekstra keras Sulardi itu cerita lama. Ya, kehidupan Sulardi berubah drastis. Persisnya sejak 2016. Setelah Sulardi memutuskan bergabung dan menjadi mitra driver Go-Jek. ”Saat ditawarin dapat fasilitas pendukung dan saya tertarik mencoba,” kenang Sulardi.

Sulardi tak sendiri. Go-Jek saat itu juga menawari beberapa rekannya. Mereka sepakat menerimanya. ”Setelah dijalani hasilnya lumayan,” tuturnya semringah.
Dengan penghasilan yang lumayan, Sulardi pun memutuskan melepaskan dua profesi lamanya itu. Pria 37 tahun ini serius menekuni profesi barunya: sebagai mitra driver Go-Jek.

Di Go-Jek inilah rupanya pintu Sulardi mendapatkan pundi-pundi rupiah terbuka. Baru beberapa bulan di Go-Jek, Sulardi berhasil mengumpulkan modal untuk membuka warung makan sederhana. Namanya Kedai Holyywood. Warung makan yang terletak di Jalan Pandega Marta ini pun menjadi tempat berkumpulnya para driver lain. Sembari mereka menunggu orderan masuk.

Setahun kemudian, persisnya pada 2017, Sulardi melebarkan sayap. Dia mengembangkan usahanya. Dengan membuka cabang Kedai Holyywood di Jalan Gatak Nomor 5, Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Seperti di Jalan Pandega Marta, kedai ini juga menjadi tempat driver Go-Jek berkumpul.
Sebagai driver, Sulardi paham betul dengan suka duka rekannya. Dari itu, dia berniat membuka kedua warung, antara lain, untuk memberikan fasilitas kepada para driver.

”Kasihan (driver) kalau tidak ada tempat buat menunggu, apalagi kalau hujan. Saya kan juga pernah mengalami berteduh di depan rumah orang dan diusir. Jadi ya paham,” tutur Sulardi menceritakan pengalaman pribadinya.
Di Kedai Holyywood, tersedia berbagai menu. Mulai aneka lauk penyetan, ayam geprek, bubur ayam, hingga soto. Harganya juga terjangkau. Rp 20 ribu ke bawah.

Selain menyediakan fasilitas kepada driver, Sulardi memang bercita-cita mempunyai warung makan. Karena itu, dia berangan-angan bisa membuka cabang baru lagi. Apalagi, Kedai Holyywood pernah masuk dalam program Mamimu Memo. ”Saat itu dapat hadiah satu unit sepeda motor,” ucap pria yang punya hobi memasak ini.

Dengan menjadi mitra Go-Jek ini pula, Sulardi tidak hanya mampu membuka dua warung makan sederhana. Lebih dari itu, dia juga sanggup mengangsur rumahnya. Hingga lunas. ”Dulu punya tabungan dari hasil parkir terus buat DP (down payment/uang muka) rumah. Nah, sisa cicilannya saya lunasi dari penghasilan Go-Jek,” ungkapnya. (ita/zam/tif)