Saya mengeksplorasi Rammang-Rammang. Suatu kawasan wisata unik. Rammang-Rammang merupakan suatu desa  dihiasi dengan gugusan pegunungan karts. Rawa-rawa dan sungai jernih merupakan bagian di dalamnya.

Terlalu jernihnya air. Membuat pandangan mata bisa menembus sampai dasar. Terlihat ikan menari-nari. Bisa teramati. Tanaman air bergerak-gerak mengikuti gerakan irama arus air.

Gundukan bebatuan di sana-sini di sepanjang aliran sungai. Dan pepohonan hijau tumbuh subur di kanan-kiri sungai. Menikmati lanscape alami Rammang-Rammang. Menyegarkan pikiran. Menentramkan perasaan.

Rammang-Rammang berjarak empat puluh kilo moter dari kota Makassar. Sehingga dari kota Makassar  untuk menuju Rammang-Rammang menggunakan jalan darat ditempuh selama kurang lebih dua jam. Letak Rammang-rammang persisnya berada di desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.

Ada banyak destinasi yang bisa dieksplore di kawasan Rammang-Rammang. Tetapi karena masalah waktu. Saya  bersama rombongan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, maupun on line memilih satu tempat destinasi saja.Untuk menuju satu tempat destinasi itu, terlebih dahulu singgah di dermaga satu.

Berawal dari dermaga satu. Menggunakan jasa perahu. Membelah tebing karts menjulang. Suguhan pemandangan yang elok. Membuai saya. Membuat terik matahari menyengat. Lupa saya rasakan. Perjalanan panjang. Tapi mengasyikan. Setiap pandangan netra, seperti melihat lukisan buah karya pelukis ulung.

Pemandangan menggoda selera mata untuk melihatnya. Menjadikan kami tak terasa sampai tujuan. Perahu disandarkan.  Sesudah di daratan. Saya beserta rombongan awak media dijamu durian jenis lokal. Durian dibelah. Harum menyengat. Sayang kalau tidak dinikmati. Sesuai dengan aroma. Rasanya pun nikmat. Puluhan durian yang tersedia cepat ludes.

Untuk menghemat waktu. Saya dan para wartawan bergegas. Berjalan ke tempat tujuan yang kami inginkan.Sebelum kami menelusuri kampung itu ada prasasti. Rupanya prasasti merupakan referensi otentik mengenai keberadaan kampung yang berlatar belakang tebing karts. Di prasasti tertulis nama Kampung Berua.

Disebut Kampung Berua, karena ribuan tahun lalu berasal dari danau besar yang berada di tengah-tengah perbukitan karts. Sehingga sensasi yang ditawarkan terlihat retakan dinding bukit karts. Ada cekungan bebatuan memanjang bermanfaat sebagai pintu gerbang Kampung Berua.

Dan secara administratif Kampung Berua merupakan kampung termuda di Desa Rammang-Rammang yang menjadi ikon geowisata  karts termolek. Maka wajar kalau geopark tersebut ditetap sebagai Taman Nasional Geopark. Dan sesudah ditetapkan taman nasional, sedang diupayakan untuk mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dan tempat bersejarah dunia.

Belum tentu bisa menikmati untuk kedua kalinya. Meski berjalan kaki. Kami bersemangat memasuki Kampung Berua. Kami berjalan melewati pematang. Di sisi kanan-kiri pematang ada empang. Dari sekian empang. Di atasnya berdiri rumah panggung. Kami mendapati beberapa rumah yang berada di Kampung Berua. Menurut petugas wisata setempat ada delapan belas rumah di kampung tersebut.

Mirip outbound training. Melintasi pematang. Menaiki jembatan.  Selepas melewati jembatan. Pemandu mengintruksikan untuk naik perbukitan yang banyak ditumbuhi bebatuhan. Perjalanan kami berhenti di sini.

Rumah panggung terbuka sebagai tempat kami beristirahat. Di sini kami dimanjakan dengan kelapa muda sebagai pelepas dahaga. Rasa haus karena berjalan kaki terobati.

Tempat istirahat kami. Ternyata bukan tempat sembarangan. Ada juga prasasti berdiri kokoh. Prasasti sebagai penunjuk nama tempat itu, yaitu Padang Ammarung. Dinamakan Padang Ammarung karena memiliki sejarang panjang bebatuan yang merupakan bentukan dari terpaan air. Terpaan air menerjang bebatuan berasal dari sungai-sungai kecil peninggalan Belanda.

Di Padang Ammarung seluruh desa bisa terlihat. Memandang Kampung Berua semakin tersadar. Bahwa setiap sudut negeri menjanjikan keistimewaannya. Kalau sudah seperti ini,rasanya bangga menjadi orang Indonesia.

Penulis adalah dosen Fakultas Psikologi UAD