MUNGKID – Dengan aset yang sudah tembus Rp 1,020 triliun, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bapas 69 Kabupaten Magelang semakin yakin menapaki usia setengah abad. Berbagai layanan terbaru mereka berikan untuk menunjang motto “50 Tahun Fantastis Bank Bapas 69”. Salah satu yang diluncurkan adalah kredit haji, sebuah program sebagai solusi bagi nasabah untuk mewujudkan impian agar bisa melaksanakan rukun Islam kelima.
“Produk ini sebagai komitmen kami dalam memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan menyediakan solusi kebutuhan nasabah, tanpa mengabaikan aspek-aspek dan prinsip kehati-hatian,” kata Direktur Utama Bapas 69 Teguh Wiharso Selasa (19/3).

Dia merincikan, dengan modal awal Rp 1,5 juta masyarakat bisa memanfaatkan program tersebut. Untuk selanjutnya, Bapas 69 memberikan pinjaman Rp 25 juta yang dapat diangsur sebesar Rp 388.000/bulan selama 10 tahun ke depan.
“Program ini tidak hanya berlaku untuk nasabah lama, karena nasabah baru juga akan diberikan kesempatan sama,” kata Teguh didampingi Direktur Umum Hj Diyah Retno Andiani. Selain itu, ujar Teguh, pihaknya juga menyiapkan kredit KPR (Kredit Perumahan Rakyat) yang dipandang masih memiliki pasar relatif luas, meski jumlah pemain di segmen ini sudah cukup banyak. Dia berharap, program ini mendapat respons positif bagi pelaku UMKM, baik untuk pemilikan rumah atau ruko.

Layanan di atas, menurut dia, akan sangat membantu bagi pedagang lama yang untuk bisa menempati kios/los di pasar-pasar tradisional yang sudah rampung direnovasi seperti Pasar Muntilan. Nilai kredit yang dikucurkan maksimal di bawah Rp 600 juta yang bisa diangsur selama 15 tahun.

Adapun guna meningkatkan kepuasan pelanggan, mulai tahun ini Bapas 69 berencana menggulirkan layanan baru berbasis digital. Yaitu layanan card less yang berfungsi sebagai pengganti kartu ATM, dan bisa dipakai untuk transformasi transaksi dalam kegiatan usaha produktif selama 1 x 24 jam. “Ini terobosan kami untuk nasabah di tengah persoalan kesulitan memberikan layanan ATM, karena status kita adalah BPR,” ujarnya.

Sistem kerja card less adalah memanfaatkan teknologi android sehingga untuk penarikan uang tunai tak lagi menggunakan kartu ATM. Namun cukup memanfaatkan smartphone. Produk lain adalah Payment Point yang digulirkan bekerja sama dengan bank umum, untuk memberikan solusi dalam pembayaran tagihan listrik dan telepon yang terintegrasi secara online. (dem/laz/mg4)