SLEMAN – Turnamen basket bertajuk Liga Pelajar Jogja akan digelar di GOR Klebengan, Sleman, sejak, Rabu(20/3) hingga 30 Maret mendatang. Kejuaraan basket bagi pelajar sekolad dasar (SD) ini sebagai bentuk pembinaan pebasket bagi anak usia dini.

Ketua panitia pelaksanaan Tungggul Perdana menjelaskan sebanyak 10 tim basket putera dan enam tim basket puteri akan ambil bagian dalam kejuaraan basket ini. Bagi tim putera, sistem pertandingan akan dilakukan dengan setengah kompetisi. ”Sedangkan bagi yang puteri akan berlangsung dengan kompetisi penuh atau klasemen,” jelas Tunggul dalam keterangannya, Rabu(20/3).

Turnamen ini, menjadi kejuaraan pertama bagi pelajar SD yang akan mencatat statistik setiap pemain. Selain itu, jalannya pertandingan menggunakan waktu bersih. Jadi nanti penentuan MPV (most valuable player, Red) tidak dilihat berdasarkan jumlah skornya saja. “Tapi ada aspek lain yang akan dilihat karena kami menggunakan data statistik dari setiap pemain,” terangnya.

Di tahun pertamanya, para peserta berasal dari sekolah-sekolah swasta. Sejumlah SD yang ambil bagian SD Al Azhar, SD Bopkri Gondolayu, SD Budi Mulia Dua, SD Budi Utama, SD Muhammadiyah Sapen, SD Kalam Kudus, SD Taruna Bangsa, dan SD Budya Wacana. ”Kami ingin pondasi awal anak-anak bermain basket harus sudah di asah sedini mungkin sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tiggi,” terangnya.

Sekretaris Umum Pengda Perbasi DIJ Andreas Candra Wibowo mengatakan, Perbasi mendukung kompetisi yang membangun pondasi bermain basket bagi anak usia dini. Dengan waktu bersih yang digunakan maka akan memberi dampak yang sangat baik bagi anak-anak.”Anak menjadi siap secara fisik dan mental,” terangnya.

Menurutnya, dalam hal kompetisi, DIJ masih tertinggal dari sejumlah provinsi yang telah menyelenggarakan liga basket dari berbagai jenjang usia. Dengan hadirnya Liga Pelajar Jogja bagi anak-anak usia dini, setidaknya dapat menjadi langkah bagi Perbasi untuk mengejar ketertinggalan tersebut. ”Harapannya dibuat kontinyu dan levelnya ditingkatkan lagi. Bila perlu skalanya diperluas menjadi nasional,” harapnya. (bhn/din/mg2)