JOGJA – Laboratorium Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan (IP), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengadakan kegiatan pelatihan jurnalistik di Gedung E6 KH Ibrahim Lt 5, Kompleks Kampus UMY, Senin (18/3). Kegiatan yang menjadi bagian untuk meningkatkan softskill ini diikuti 300 mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMY angkatan 2018 kelas reguler dan internasional (IGOV).

Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan UMY Dr Muchamad Zaenuri M.Si menyambut baik kegiatan itu. Pihaknya mengatakan, di samping mempelajari materi hardskill yang diajarkan sehari-hari di kampus, mahasiswa juga penting membekali diri dengan kemampuan softskill. Seperti salah satunya kemampuan jurnalistik.

Dengan kemampuan itu, lulusan Prodi Ilmu Pemerintahan UMY diharapkan memiliki nilai plus dibandingkan mahasiswa lainnya. “Jika sudah menguasai banyak softskill, mahasiswa akan merasakan output dan manfaat yang bisa dibuktikan dan dirasakan,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Zaenuri juga menjelaskan, kemampuan jurnalistik selain berdampak pada mahasiswa, juga mempunyai impact untuk kampus. Yaitu dengan banyaknya jurnal dan tulisan hasil karya mahasiswa yang dipublikasikan juga diharapkan menjadi nilai tambah akreditasi perguruan tinggi. “Kami dan pimpinan berharap jika mahasiswa produktif menulis, akreditasi juga bisa terus meningkat,” tambahnya.

Dari kampus sendiri akan terus berusaha mengidentifikasi dan memberikan materi softskill yang bermanfaat bagi mahasiswa. Bahkan dia menyebutkan, materi negosiasi dan menambah jejaring tidak menutup kemungkinan bisa diberikan. Sebab kemampuan itu terbukti diperlukan saat lulusan di dunia kerja.

Pemateri pelatihan jurnalistik ini didatangkan dari Radar Jogja (Jawa Pos Group). Yaitu Ketua Dewan Redaksi Radar Jogja Amien Surahmad dan Penanggung Jawab Online Radar Jogja Reren Indranila.

Amin Surachmad memaparkan, dalam mendalami ilmu jurnalis harus memiliki sebuah teknik yang baik dan benar. Ini agar produk jurnalistik yang dihasilkan dapat maksimal.

“Dalam menulis berita yang baik dan benar, maka fakta yang ada di lapangan harus dikemas secara menarik, unik, dan asyik agar dapat meningkatkan minat para pembaca” ujar Amin.

Beberapa materi jurnalistik yang diberikan, di antaranya, prinsip-prinsip jurnalistik, teknik reportase, teknik penulisan berita dan editing berita. Reren memastikan, jiwa penulis harus skeptis, kebenaran pernyataan narasumber harus dengan melakukan pengecekan di lapangan.

Narasumber harus lebih dari satu, untuk klarifikasi agar berita balance dan tidak berpihak. “Dalam menulis, berlakulah seakan-akan orang yang akan membaca tulisan yang akan diterbitkan itu,” kata Reren tentang salah satu kiat menulis.

Sementara itu, Koordinator Lab Ilmu Pemerintahan Sakir SIP MIP mengatakan bahwa pelatihan soft skill jurnalistik ini merupakan langkah dinamis yang diberikan Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY dalam upgrading pembelajaran dan pengetahuan terkait dunia jurnalistik. “Agar Mahasiswa Baru Prodi Ilmu Pemerintahan UMY Tahun 2018 terbiasa untuk membuat tulisan dengan teori yang benar sesuai dengan standar yang telah ditentukan,” ujarnya.

Selain itu Sakir juga menambahkan bahwa Ilmu Pemerintahan UMY sendiri telah mengantongi Akreditasi A. Tidak hanya itu, Prodi Ilmu Pemerintahan juga memiliki puluhan pengajar yang kompeten. Mulai penulis, peneliti hingga praktisi.

Prodi Ilmu Pemerintahan S2 juga memiliki keunggulan serupa. Bahkan, Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) UMY satu-satunya pemilik Akreditasi A di Indonesia. “Selain itu juga telah mendapat akreditasi internasional,” pungkasnya. (*/riz/naf/laz/mg2)