JOGJA – Dulu jika menyebut Sanggrahan atau SG identik dengan lokalisasi di selatan Kota Jogja. Meski sudah ditutup sejak akhir 1990-an, aksi prostitusi terselubung masih terdapat di kampung Mrican Giwangan Umbulharjo. Tapi berkat Bripka Basyori Anwar dan kemaun warga, SG kini dikenal menjadi Sanggrahan Garden.

DWI AGUS, Jogja

Tugasnya sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibnas) Kelurahan Giwangan, membuat Bripka Basyori Anwar harus berkeliling menyambangi warga. Termasuk dengan mendatangi para pekerja seks komersial hingga mucikari dan backing di eks lokalisasi Sanggrahan di kampung Mrican.

Dalam menjalankan tugasnya, Anwar, berpegang teguh pada peraturan kapolri. Yaitu seorang polisi harus menjalanlan tugasnya sesuai ketugasan. Termasuk peran bhabinkamtibmas dalam mengayomi masyarakat.

“Namanya penolakan itu pasti ada, tapi tentu tidak kendur. Terlebih saat itu praktik prostitusi sudah sangat meresahkan warga asli yang menghuni di kawasan Giwangan khususnya kampung Mrican,” jelasnya, ditemui saat sambang ke SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Kamis(21/3).

Awalnya Anwar masuk ke Giwangan pada 2010. Sempat ditarik ke Polsek Umbulharjo medio 2013 hingga 2015. Lalu kembali lagi dan menjabat sebagai Bhabinkamtibnas Kelurahan Giwangan dari 2015 hingga sekarang.

Semenjak bertugas di Umbulharjo, Anwar sudah merasakan kegelisahan warga. Imbas dari kawasan prostitusi terselubung itu meresahkan lingkungan masyarakat. Baik itu image negatif hingga tindakan anarkis oleh pelintas di kawasan Giwangan.

“Dulu kalau ada warga perempuan atau anak-anak yang ke luar rumah pada malam hari pasti tidak nyaman. Mendapatkan perlakuan tidak mengenakan bahkan hingga ditawar. Adapula yang sampai menggedor-gedor rumah warga,” ujar pria kelahiran 15 Februari 1981 ini.

Anwar segera mencari pendekatan yang tepat. Langkah awal adalah pendekatan personal kepada tokoh masyarakt. Juga khusunya para mucikari. Berupa ajakan untuk kembali mencari nafkah secara halal. Tentunya dengan meninggalkan dunia kelam.

Berlanjut dengan pendekatan secara keagamaan. Mendatangkan secara rutin tokoh-tokoh agama guna mengisi kajian. Adapula ajakan untuk beribadah secara jamaah kepada seluruh penghuni kawasan tersebut.

Perlahan tapi pasti diawali dari mucikari yang meninggalkan dunia kelam. Saat ini sudah membuka usaha secara halal berupa angkringan. “Lalu mengajak para anak buahnya sekitar 200 orang untuk tobat dan bekerja secara halal,” kata bapak dua anak ini.

Aksi nyata terus berlangsung memasuki medio 2017. Pada rentang tahun tersebut, Anwar bersama instansi terkait membersihkan gubuk liar. Lokasi inilah yang kerap digunakan sebagai kegiatan prostitusi. Mulai dari timur terminal hingga selatan ringroad Giwangan.

“Ada deklarasi juga, kampung bebas prostitusi. Lalu menggandeng Satpol PP untuk menertibkan kos dan pondokan. Karena selain gubuk, para pelaku juga kerap memanfaatkan kos dan pondokan,” katanya.

Untuk menghidupkan perekonomian, Anwar punya solusinya. Dia memilih pohon kelengkeng sebagai komoditi utama. Selain kebuh buah juga menjadi destinasi wisata. Terbukti dengan berdirinya kebuh buah dengan nama Sanggrahan Garden atau SG.

Dari 180 pohon kelengkeng, 90 di antaranya telah berbuah. Selain dinikmati sendiri, buah ini juga menjadi nilai jual Sanggrahan Garden. Pengunjung bisa memetik langsung jika pohon kelengkeng memasuki masa panen.

“Ditambah adanya tanaman obat untuk keluarga. Memberdayakan masyarakat dengan lahan yang ada. Sehingga mereka punya kesibukan yang menghasilkan nilai ekonomi secara halal,” ujar pria penyandang gelar sarjana hukum ini.

Berkat pendekatan inilah Anwar mendapatkan beragam penghargaan. Terbaru adalah penghargaan dari Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian. Penghargaan ini diserahkan oleh Wakapolresta Jogja AKBP Ardiyan Mustakim beberapa waktu lalu. Sebelumnya Anwar juga pernah mendapatkan penghargaan dari Kapolresta Jogja Kombespol Armaini dan Kapolda DIJ Irjen Pol Ahmad Dofiri.

“Mendapatkan penghargaan tentu menjadi tantangan untuk meningkatkan kinerja kepolisian. Di satu sisi, aksi tersebut memang sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab sebagai personel polisi. Tapi tentu menjadi semangat lebih dalam bertugas,” katanya. (pra/mg2)