JOGJA – Dengan jumlah penduduk yang hampir sama, dengan India, pemakaian elevator atau lift di Indonesia relatif masih sedikit. Jika di India sudah ada sekitar 50 ribu lift, di Indonesia baru 5.000-6.000 lift. Sepuluh persen diantaranya ada di DIJ dan Jateng.

“Dengan populasi masyarakat dan banyaknya gedung, kami optimistis potensi pasar di Indonesia,” ujar CEO PT Berca Schindler Lifts Thibaut Le Chatelier dalam pembukaan kantor cabang PT Berca Schindler Lifts di wilayah DIJ dan Jateng Selasa (26/3).

Kantor cabang keempat PT Berca Schindler Lifts itu berada di Jalan Maguwo Wonocatur Banguntapan Bantul. Thibaut menambahkan pilihan membuka cabang di wilayah DIJ dan Jateng karena melihat potensi pasar. PT Berca Schindler Lifts pun total memberikan pelayanan terbaik.

“Kami di sini (Jogja) tidak mulai dari nol, tapi dengan mengerahkan tenaga terpilih dari daerah lain yang sudah berhasil,” ungkapnya. “Sesuai dengan slogan kami we elevate Jogja,’ tambahnya.

Sementara itu Business Development Director, PT Berca Schindler Lifts, Joseph Hasnan menambahkan produk lift dari perusahaan yang berbasis di Swiss itu mengandalkan kualitas produk. Yaitu dengan drop test atau tes jatuh untuk lift yang dipasang.

“Kami juga memiliki tim yang secara berkala melakukan pengecekan lift yang telah kami pasang,” tuturnya.

Selain itu kehadiran Schindler di DIJ, lanjut dia, juga tidak sekedar berbisnis. Tapi juga transfer teknologi. Diantaranya dengan memberikan kesempatan magang dan road show ke kampus. Juga dengan mengenalkan aplikasi FieldLink yang dimiliki Schindler.

“Harapan kami jika produksi lift kami bisa sampai 50 ribu unit akan bangun pabrik di sini, seperti halnya di India,” ungkapnya. (pra/ong)