JOGJA – Program Studi Teknologi Bank Darah (TBD), Fakultas Kesehatan, Univeritas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Jogjakarta dibuka sejak 2016 dan mulai menerima mahasiswa tahun ajaran 2017/2018. Tergolong baru, Prodi TBD dengan jenjang studi Diploma III akan mencetak lulusan ahli madya teknisi pelayanan darah. Ini seiring kebutuhan masyarakat akan pelayanan darah.

Ketua Prodi Teknologi Bank Darah Unjani Jogjakarta Francisca Romana Sri Supadmi menjelaskan, mahasiswa Prodi TBD telah dibekali berbagai kompetensi untuk menunjang mahasiswa saat berada di lapangan. Pendalaman materi telah diberikan saat mahasiswa memasuki semester satu hingga empat.
“Mulai dari menyiapkan alat, membersihkan alat, mengetahui jenis darah dan penyakit, semua harus dipelajari sebelum mahasiswa terjun ke lapangan,” jelas Francisca saat ditemui Rabu (13/3).

Francisca Romana Sri Supadmi (Ketua Prodi TBD Unjani)

Francisca menambahkan, lulusan Prodi TBD siap bekerja usai menempuh pendidikan. Baik sebagai teknisi pelayanan darah yakni memberi layanan darah meliputi rekrutmen pendonor darah, seleksi pendonor, penyadapan darah, pengamanan darah donor (uji saring infeksi menular lewat transfusi darah dan konfirmasi golongan darah ABO dan Rhesus). Pengolahan darah, penyimpanan dan transportasi darah, distribusi darah, uji mutu produk darah, pencatatan, dokumentasi, dan pelaporan hasil pemeriksaan pelayanan darah dengan sistem informasi dan asisten peneliti.

Selain itu, sebagai penguji mutu produk darah yang melakukan serangkaian pengukuran terhadap kecocokan darah, dan produk darah dengan standar yang telah ditetapkan. Kerja sama dengan beberapa instansi dan perguruan tinggi telah dilakukan. Di Unit Transfusi Darah (UTD), menjadi media belajar mahasiswa untuk praktik lapangan saat menginjak semester empat. Mulai dari Palang Merah Indonesia (PMI) di wilayah DIJ, Jateng, Jabar dan Jatim.

Selain itu, nilai dan perilaku profesional juga diberikan kepada mahasiswa TBD. Francisca menuturkan, kedua aspek itu adalah nilai atau karakter kejuangan yang diwariskan Jenderal Achmad Yani. Dengan hal itu diharapkan dapat diinternalisasi dan menjadi semangat dalam menjalankan profesi sebagai teknisi pelayanan darah maupun dalam kehidupan sehari-hari. (cr7/laz/mg4)