SLEMAN – Pasangan suami istri Agus Taufik Hidayat, 33, dan Lestari, 30, warga Sucen Triharjo Sleman tergolong orang-orang yang nekat. Mereka hendak menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu ke Lapas Narkotika Pakem dengan dititipan saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sleman.

Bahkan, untuk Agus, dia sebelumnya juga pernah terjerat kasus serupa yaitu peredaran narkoba empat bulan yang lalu. Dan saat ini statusnya adalah terdakwa. Hingga saat ini Agus telah mendekam di

Narkotika Pakem. Isterinya pun kini harus ikut menjadi pesakitan.

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto menjelaskan Lestari ditangkap lantaran kedapatan membawa sabu saat menghadiri persidangan Agus, suaminya. Sabu-sabu yang dibawa dalam bentuk paket kecil. Total ada 28 paket shabu yang dibungkus plastik. Selain sabu-sabu juga turut ditemukan 20 butir pil alprazolam.

“Narkoba-narkoba itu rencananya mau diselundupkan ke lapas dengan cara dibungkus kondom dan dimasukkan ke anus,” kata Tony saat ungkap kasus tindak pidanan penyalahan narkoba di Mapolres Sleman Rabu(27/3).

Lestari sendiri mengaku tidak tahu menahu mengenai barang apa yang dia bawa. Dia hanya diminta untuk mengambil dan mengantarkan alias menjadi kurir oleh sang suami. “Tidak tahu (isi paket), hanya waktu itu disuruh ketemu orang di tempat kerja dan dikasih suruh diantarkan ke suami, saya awalnya tidak mau tapi dipaksa,” dalihnya.

Pasangan suami istri itu, jelas Tony, sebelumnya telah menjalin komunikasi. Agus, juga telah berkomunikasi dengan pengedar narkotika dari luar lapas. “Jadi ini adalah jaringan narkotika antar lapas,” ungkapnya.

Benar saja, saat pihaknya melakukan pengembangan kasus, ada dua orang lagi yang diamankan. Keduanya yaitu Julianto, 34, dan Stefanus Lisan Purantara, 24, berasal dari Surakarta. “Julianto ini dari pengakuan awalnya punya 100 gram sabu-sabu, tapi tinggal sisa 74,9 gram. Sedangkan Stefanus ini pemakai saat kami tangkap dia membawa sabu seberat 0,28 gram,” bebernya.

Masih adanya kasus peredaran narkotika di lapas ini tentu merupakan pukulan telak. Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah pun menegaskan jika pihaknya akan terus bekerjasama dengan Kepala Lapas untuk mengungkap jaringan ini.

“Kami akan berkomunikasi baik itu dengan kejaksaan maupun dari lapas untuk mengungkap jaringan narkotika ini,” tegasnya.(har/mg3)