JOGJA – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) resmi mengantongi izin pendirian Program Studi Magister Teknik Industri. Melalui SK No.166/KPT/2019, penerimaan mahasiswa S2 ini pun akan dimulai September mendatang.

“Rancana kami akan membuka prodi baru ini semester depan, angkatan pertama tahun ajaran 2019/2020 di bulan September,” ujar Wakil Rektor UAJY The Jin Ai setelah acara penyerahan SK, Selasa (26/3).

Jin Ai menjelaskan, sebagai prodi ketujuh untuk jenjang pendidikan magister, fasilitas dan sarana prasarana telah Atma Jaya siapkan. Mulai dari SDM yang berkualitas dan konpeten hingga ruang kelas dan laboratorium untuk penelitian.

“Saat ini prodi magister teknik industri telah memiliki tujuh doktor dan 11 sedang tahap studi S3. Artinya untuk SDM kami rasa sudah tercukupi,” tuturnya.

Sementara itu Rektor UAJY Gregorius Sri Hartanto menilai, bertambahnya program studi magister di Atma Jaya bukan sebatas bentuk pengembangan semata. Melainkan media bagi Atma Jaya untuk berkontribusi lebuh besar melalui tri darma perguruan tinggi.

“Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME dan pemerintah  yang mana institusi kita akhirnya dipercaya untuk menambah program studi. Kami atas nama yayasan mengucapkan terima kasih kepada LLDIKTI atas support selama ini,” ungkapnya.

Ketua Prodi Magister Teknik Industri Prama Kartika Dewa menyebutkan, arus globalisasi di sektor industri membawa perubahan yang begitu besar pada pengelolaan sumber daya manusia. Oleh sebab itu, UAJY berupaya terus melahirkan lulusan-lulusan siap kerja yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga menguasai ekonomi digital, big data, dan internet of thing.

“Kami beharap dengan dibukanya prodi ini mampu mengisi kebutuhan masyarakat dengan konsep bisnis analytics,” ucaonya. Menurutnya, era big data dalam pengelolaan industri membuat kompleksitas pengelolaan industri meningkat drastis. Hal ini berdampak pada risiko meningkatnya pengelolaan industri untuk melakukan kesalahan manajerial.

“Kemampuan bisnis analytics sangat diperlukan untuk menjalankan peran manajerial yang ideal dalam pengambilan keputusan pada situasi dan lingkungan yang kompleks. Di mana lulusan-lulusannya mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih efisien dengan profit yang semakin besar,” terangnya.

Kepala LL Dikti Wilayah V Jogjakarta Bambang Supriyadi mengucapkan selamat kepada UAJY atas pencapaiannya itu. Jika tadinya izin pendirian prodi magister bisa berlangsung bertahun-tahun, bahkan SK seringkali dikeluarkan tanpa sepengetahuan kopertis, sejak 2015 kebijakan mengenai usulan prodi menjadi lebih transparan dan proses berlangsung singkat. Apalagi jika prodi yang diusulkan jenjangnya sudah level lanjutan seperti magister ataupun doktor.

“Dari 627 usulan pendirian program studi yang masuk ke kami, 60 di antaranya adalah izin pendirian prodi magister, dan beberapa di antaranya doktor. Untuk usulan doktor jumlahnya masih sangat sedikit. Untuk itu kami mengimbau kepadsa PTS untuk menambah prodi di level ini,” tuturnya. (**/met/laz/mg1)