PURWOREJO – Nasib Pasar Baledono yang tidak segera bergerak mensejahterakan pedagang di dalamnya menjadi perhatian khusus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kabupaten Purworejo. Ikon pasar tradisional yang mendapat pendanaan besar sepanjang sejarah Purworejo ini perlu dicarikan solusi, sehingga benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat.

“Bangunannya sudah megah, tapi sayang kalau keadaannya ini berbanding terbalik dengan kondisi pedagang pasar yang menempati,” kata Sekretaris FPKS Ngadianto Rabu(3/4).

Sepinya pasar dan minimnya omzet pedagang menandakan ada yang tidak beres dalam proses pembangunannya, terutama perencanaan yang kurang matang. Pihaknya tidak menampik jika pembangunan pasar megah itu bukan sesuatu yang sulit.

“Membangun pasar itu mudah asal ada duitnya. Tapi yang paling esensi sebenarnya adalah membangun dan menciptakan kondisi pasar yang nyaman untuk berdagang,” tambahnya.

Dengan kenyamanan pedagang, secara otomatis akan meningkatkan omzet penjualan dan meningkatnya profit atau pendapatan bagi pedagang. Ini akan mengimbas kepada tingkat kesejahteraan pelaku usahanya.

“Kami minta bupati mengadakan evaluasi dan kajian yang terpadu, terukur dan berkelanjutan untuk merencanaan program sehingga filosofi pembangunan bisa menuju ke arah yang lebih baik,” kata Ngadianto. Dengan program yang baik dan tepat, pembangunan tidak sekedar membangun fisik semata tapi juga membangun ruh dan jiwa wirausaha.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Agus Bastian mengaku pihaknya tidak tinggal diam. Beberapa upaya dilakukan untuk mendorong terciptanya keramaian di Pasar Baledono.

Upaya yang telah dilakukan, misalnya memberlakukan penurunan retribusi pasar sebanyak 50 persen sesuai regulasi dan rekomendasi dari DPRD Purworejo. Selain itu juga melakukan pengalihan rute angkutan dengan memasukkan angkot melewati depan Pasar Baledono.

“Kami juga sudah lakukan pembongkaran pembatas jalan untuk memperluas areal parkir di depan pasar,” kata bupati. Tidak kalah penting adalah memberikan pembinaan bagi pedagang. Melalui program ini diharapkan pedagang bisa berkompetisi dengan pasar modern. (udi/laz/mg3)