JOGJA – Aksi bersih-bersih ikut menandai Peringatan 30 Tahun Tinggalan Jumeneng Dalem atau Peringatan Ulang Tahun Kenaikan Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Aksi yang digelar di Alun-Alun Kidul dan Alun-Alun Utara, Rabu(3/4) sebagai bentuk mengayubagyo berbagai elemen masyarakat terhadap 30 tahun raja Keraton Ngayogyakarta itu bertakhta.

Aksi yang kali pertama digelar ini, antara lain, diikuti Paguyuban Pelaku Pariwisata Alun-Alun Kidul. Seperti odong-odong, kuliner, tukang parkir, kitiran, hingga musisi. Juga masyarakat umum, personel TNI dan Polri, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Bahkan, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi juga ikut berpartisipasi. Orang nomor dua di Balai Kota Jogja ini sempat ikut memotong rumput di Alun-Alun Kidul.

Menurut Heroe, aksi itu sebagai upaya untuk menjaga kelestarian keraton. Sebab, keraton merupakan salah satu magnet besar bagi wisatawan.
”Yang ingin dicapai dari aksi reresik ini adalah kebersamaan seluruh warga dan seluruh komunitas,” jelas Heroe di sela aksi.

Camat Kraton Widodo Mujiatno berharap aksi ini bisa mendorong masyarakat maupun wisatawan menyadari pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
”Ini juga sebagai bentuk edukasi,” ujarnya.

Selain memotong rerumputan yang menjulang tinggi, peserta aksi juga memotong ranting serta mengecat pagar pohon beringin.
”Saya harap acara ini bisa berjalan setiap tahun. Sambutan dari pihak Keraton sangat mendukung,” kata GKR Bendara.

Menurutnya, aksi ini penting. Sebab, Kota Jogja merupakan kota wisata. (cr8/zam/mg2)