KULONPROGO – Pembangunan bandara menyisakan kerusakan jalan. Terutama jalan kabupaten yang sering dilalui kendaraan berat untuk pembangunan bandara.

Kerusakan tersebut tidak boleh dibiarkan. DPRD Kulonprogo pun mengusulkan agar rancangan peraturan daerah (perda) inisiatif tentang penyelenggaraan jalan dilanjutkan.

Kerusakan jalan terjadi karena dampak angkutan material. Yakni truk besak menuju ke lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).
“Jalan kabupaten yang rusak akibat angkutan material NYIA harus segera diatasi,” kata anggota DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi (3/4).

Perda tersebut mengatur penggunaan jalan disesuaikan dengan kelas, jenis, dan tonase kendaraan yang melintas. ‘’Sudah kami tuangkan dalam pandangan fraksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kulonprogo 2018,’’ kata Hamam.

Perda tersebut diharapkan bisa menekan pihak penambang ikut bertanggung jawab memperbaiki kerusakan jalan. Kendaraan penambang menjadi penyumbang utama kerusakan jalan.

Dikatakan, perlu adanya dana pemeliharaan rutin jalan kabupaten. Agar responsif jika ada laporan masyarakat atas kerusakan jalan.

‘’Kami minta pemkab sungguh-sungguh. Bisa mencontoh daerah lain, bentuk Satgas Jalan Daerah Mulus untuk respons cepat pemeliharaan jalan,” tegas Hamam.

Dia juga mengingatkan agar pemkab menangani dampak banjir di wilayah selatan Kulonprogo. Tanggul yang rusak harus segera diperbaiki.

Lokasi kerusakan tanggul ada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang. Pemkab diminta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO). Agar segera dilakukan normalisasi Sungai Serang. (tom/iwa/mg3)