BANTUL – Kasus diskrimanisasi yang sempat mencuat di Dusun Karet, Kecamatan Pleret Bantul berakhir damai. Pengurus kampung sudah menghapuskan peraturan yang melarang warga nonmuslim tinggal di sana. Tapi Slamet Jumiarto sudah memutuskan tetap akan pindah.

Slamet Jumiarto mengaku dirinya beserta keluarganya sudah diterima oleh warga dan para pengurus kampung di dusun Karet. Itu juga berkat mediasi yang dilakukan oleh Kapolres Bantul Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sahar Marisi Hasibuan bersama pengurus kampung setempat.

Slamet menuturkan peraturan yang sempat dipermasalahkan juga sudah dihapus oleh pengurus kampung.”Peraturan itu juga sudah dihapuskan, saya merasa bahagia. Semoga kedepannya tidak ada lagi hal serupa yang terjadi kepada orang lain di wilayah DIJ maupun Indonesia,” ujarnya saat ditemui oleh wartawan Rabu (3/4).

“Warga dusun di sini pun baik saling mengasihi kami sekeluarga. Pak dukuh, Pak camat juga baik, kami sudah makan-makan bareng, juga berpelukan,” lanjutnya. Pria yang berprofesi sebagai pelukis ini juga mendukung penuh keputusan para pengurus kampung atas dicabutnya peraturan tersebut.

Menurut dia, warga negara Indonesia haruslah memakai Pancasila sebagai dasar hukumnya. Dimana dalam hal tersebut mengatur hak sebagai warga negara, serta bertujuan untuk menjaga kebhinekaan serta persatuan.

Selain itu, dia juga meminta agar kasus yang menimpanya jangan dijadikan kepentingan politik oleh pihak tertentu. Terlebih lagi saat ini masuk musim kampanye. Slamet ingin kasus yang menimpanya ini dapat dijadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat. Bukan jadi alat promosi partai. “Tanpa ada istilahnya entah itu dikurangi atau ditambahi. Dan jangan sampai menggoreng masalah saya, ini masalah pribadi saya dan sudah saya hadapi. Dan sudah berakhir dengan damai,” tegasnya.

Tapi Slamet tetap pada keputusan untuk pindahan dari Dusun Karet. Meski Slamet mengatakan akan berencana menyelesaikan masa kontrakannya hingga setahun kedepan. Kemana pindahnya? Slamet mengaku masih mencarinya.

Kepala Dusun Karet Iswanto memastikan aturan tertulis yang melarang warga nonmuslim tinggal di wilayahnya, resmi dicabut. Aturan tersebut sudah tidak berlaku lagi sejak Selasa malam (2/4). Pengumuman pencabutan aturan tersebut dilakukan di kontakan Slamet Jumiarto. Pencabutan disaksikan oleh Kapolres Bantul AKBP Sahat Hasibuan.

Pada kesempatan itu, Iswanto mewakili warga Dusun Karet meminta maaf atas aturan tertulis yang diskriminatif itu. “Aturan resmi dicabut, tidak berlaku lagi karena bertentangan dengan perundang-undangan. Kami mohon maaf,” paparnya.(cr5/pra/mg4)