GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA

JOGJA – Tingkat kemampuan siswa menghadapi soal-soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2019 cukup beragam. Namun pendapat mereka tentang soal-soal HOTS (Hight Order Thinking Skill) nyaris seragam: sulit. Itulah materi soal yang berkaitan dengan penalaran. Sebagaimana UNBK 2018, HOTS tetap menjadi momok para siswa.

Seperti komentar Zhafarina Ramadhani Primaranti. Tentang materi ujian matematika Selasa (2/4) lalu. “Sulit atau nggak mungkin relatif. Tapi bagi saya itu (soal-soal HOTS, Red) sulit,” ungkap siswi kelas XII SMAN 8 Kota Jogja itu,Rabu (3/4).

Menurut Zhafarina, soal-soal yang keluar tidak jauh beda dengan materi yang pernah diujicobakan saat pra-UNBK. Namun tetap saja membuatnya geleng-geleng kepala. “Kalau dibilang bobotnya seperti pra-UNBK ya nggak juga. Soal-soal pra-UNBK itu lebih mending daripada soal UNBK itu,” bebernya.

Hal senada diungkapkan Muhammad Aryo Wibisono. Bagi dia, soal-soal ujian matematika jauh lebih sulit dibanding saat tryout. “Apalagi bagian isian singkatnya,” ujar siswa XII SMAN 1 Banguntapan itu.

Meski cukup kerepotan mengerjakan soal-soal HOTS, Aryo mengaku telah berusaha semaksimal mungkin. Kini dia hanya berharap mendapatkan hasil memuaskan. Pun demikian Zhafarina.

Ada dua jenis soal UNBK matematika. Yakni pilihan ganda dan isian singkat. Untuk soal berformat isian singkat siswa diminta mengetik sendiri jawabannya. Hal ini cukup menguras waktu siswa dalam pengerjaannya. Karena itu para peserta ujian berharap ada pengurangan jumlah soal-soal HOTS pada UNBK tahun-tahun mendatang. Bukan hanya untuk mata ujian matematika. Tapi semua mata ujian.

Terpisah, Kabid Perencanaan dan Standardisasi, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya mengklaim bahwa soal-soal matematika yang diujikan tidak menyimpang dari kisi-kisi yang telah diberikan kepada para siswa. Menurutnya, bobot soal matematika kali ini tak jauh beda dari tahun-tahun sebelumnya. “Hanya mungkin di tingkat penalaran (HOTS), seperti tahun lalu, agak lebih berat bagi anak,” ungkapnya.

Meski lebih berat, lanjut Didik, persentase nilai soal-soal HOTS lebih besar. Antara 20-25 persen dari total soal yang diujikan. Soal-soal tersebut juga diproyeksikan untuk materi tes PISA (Program for International Student Assessment).

Sementara itu, terkait isu kebocoran soal Didik menegaskan tidak ada. Baik hari pertama maupun kedua UNBK. Dia meyakini, para siswa di DIJ tidak lagi percaya isu kunci jawaban maupun soal bocor. “Mereka lebih banyak mengandalkan hasil belajar,” ujarnya.

Adapun UNBK tingkat SMA/MA berlangsung hingga Senin (8/4) mendatang. (cr9/yog/mg2)