PURWOREJO – Entah apa yang ada di dalam benak Alwani. Betapa tidak, pria 59 tahun ini tega memerkosa putri sulungnya, sebut saja Melati. Hampir selama tujuh tahun. Padahal, Melati saat itu masih berusia delapan tahun. Biadabnya lagi, Alwani mengancam bakal membunuh kedua adik Melati jika hasratnya tak terlampiaskan.

Pemerkosaan itu kali pertama terjadi pada 2013. Saat Melati masih duduk di bangku sekolah dasar. Waktu itu ibu Melati baru saja pergi ke Hongkong sebagai tenaga kerja wanita.

”Hampir setiap malam pelaku memaksa korban,” jelas Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Haryo Seto Liestyawan di Mapolres Purworejo , Kamis(4/4).

Praktis, kehidupan sehari-hari Melati kecil tak seperti bocah sepantarannya. Dia sering murung. Dia sadar bahwa nasibnya tak seberuntung teman-teman seusianya. Namun, Melati kecil tak dapat berbuat banyak. Apalagi memberikan penolakan ketika ayahnya ingin melampiaskan nafsu bejatnya. Sebab, Alwani sebelumnya pernah mengancam saat Melati berusaha menolak. Alwani bakal membunuh kedua adiknya. Buruh serabutan itu juga mengancam bakal menghancurkan barang seisi rumah kontrakan.

”Korban tak bisa melawan,” ucap Haryo menyebut korban tinggal bersama dua adik dan ayahnya di sebuah rumah kontrakan.
Tujuh tahun berjalan, Melati pun tak kuasa lagi membendung. Menurut Haryo, Melati memberanikan diri bercerita kepada orang lain perihal nasib yang dialaminya.

”Kejadian terakhir di sebuah kontrakan di wilayah Purworejo kota,” ujarnya.
Tak lama berselang, kepolisian meringkus Alwani. Dari pemeriksaan terungkap bahwa Alwani mengonsumsi obat perangsang sebelum menyalurkan nafsu bejatnya. Alwani juga sering memaksa Melati mengonsumsi obat pelancar haid.
”Obat-obatan itu ikut kami sita sebagai barang bukti,” katanya.

Alwani yang kini mendekam di tahanan Mapolres Purworejo dijerat dengan pasal 81 ayat (2) Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (udi/zam/mg2)