GUNUNGKIDUL – Kasus dugaan jasa pelayanan (japel) salah tembak di RSUD Wonosari terus bergulir. Ari Hermawan, mantan pegawai RSUD Wonosari, menawarkan penyelesaian.

“Menyikapi klarifikasi yang diberikan oleh RSUD Wonosari, saya tidak ingin berpolemik lebih panjang di media,” kata Ari Hermawan saat dihubungi Kamis (4/4).

Pihaknya menawarkan islah. Berupa usulan penyelesaian kasus agar persoalan menjadi terang benderang. Dan cepat selesai. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sekarang berdinas di Puskesmas Tanjungsari tersebut menawarkan dua opsi.

Pertama, meminta RSUD Wonosari mempresentasikan mekanisme pembagian japel kepada Ari dan teman-teman civitas RSUD wonosari, dan Dewan Pengawas Rumah Sakit. Kedua, karena Indonesia negara hukum, Ari siap menyerahkan persoalan secara hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
“Agar tidak terjadi simpang siur informasi yang dapat menimbulkan fitnah,” katanya.

Fitnah tersebut, kata Ari, mengenai statemen yang menyatakan bahwa pihaknya meminta japel ke bendahara. Peristiwa yang terjadi, sesungguhnya adalah pada tanggal 22 Februari 2019 lewat chatting WhatsApp (WA).

“Saya dengan pak Martono, diminta pada tanggal 23 Februari 2019 diantar ke bagian keuangan untuk menerima kekurangan bayar japel saya secara cash. Bukti chatting WA masih saya simpan,” ungkap Ari.

Terkait kebijakan RSUD Wonosari, menurut Ari, kebijakan yang diambil atau dilakukan, seyogianya tidak boleh melanggar aturan di atasnya. Jika sedikit-sedikit semua beralasan karena kebijakan, Ari mempertanyakan fungsi Peraturan Bupati (Perbup). “Apa gunanya dibuat perbup?” tanya Ari.

Sampai saat ini, gaji yang Ari terima, masih di RSUD Wonosari. Padahal Surat Keputusan (SK) mutasi dari RSUD ke Puskesmas Ponjong 1. Belakangan muncul surat tugas baru, Ari ditempatkan ke Puskesmas Tanjungsari.

Sementara itu, Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) RSUD Wonosari, Martono mengatakan, bahwa manajemen RSUD Wonosari telah memerintahkan tim Satuan Pengawas Internal (SPI) melakukan audit kasus japel.

“Kemudian untuk AH (Ari Hermawan) kami akan melakukan mediasi,” kata Martono. (gun/iwa/mg3)