SLEMAN – Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2019 akan digelar di Candi Prambanan, Sleman Minggu (28/4). Diperkirakan 7.500 pelari dari sembilan negara ambil bagian di ajang marathon yang sudah digelar untuk kali ketiga itu.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo menerangkan, event berlevel internasional ini bertujuan mengangkat Jogjakarta di level internasional. Apalagi, saat ini Pemprov DIJ tengah menggalakkan sport tourism.  “Perpanduan komplet antara olahraga dan budaya yang menjadi ciri khas Jogjakarta,” kata Singgih Kamis (4/4).

Menurutnya sport tourism menjadi ajang yang banyak dinikmati masyarakat. Harapannya para pecinta olahraga sama-sama mengangkat tourism yang ada di Jogjakarta. Dengan begitu, ekonomi di setiap daerah akat terangkat dengan event tersebut.

Apalagi, keberadaan event marathon kali ini diikuti oleh para pelari dari mancanegara. “Tidak hanya dinikmati kawasan utama, karena netas dan netesnya sampai ke masyarakat. Sehingga community base tourism berjalan,” jelasnya.

Vice Presiden Corporate Communication Bank Mandiri Rudi As Aturiridha menyebut sebanyak 24 pelari kenamaan berasal dari mancanegara.  Mereka berasal dari Kenya, Singapura, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Adapun dari seluruh pelari yang akan berlaga, sebanyak 670 pelari akan mengikuti kategoru full marathon, 1.530 pelari mengikuti half marathon,  2.280 pelari mengikuti kategori 10k dan sekitar 3. 000 pelari mengikuti kategori 5k. “Pelari asal yang berasal dari luar Jogjakarta jumlahnya mencapauli 85,31 persen,” jelasnya.

Khusus untuk pelari full marathon, akan melewati 13 desa yang ada di DIJ. Mereka pun akan melewati 3 daerah tujuan wisata seperti Candi Prambanan, Candi Plaosan, dan Monumen Taruna.

Pada tahun ini, MJM juga bekerjasama dengan masyarakat desa sebagai rute marathon. Dengan begitu, masyarakat akan lebih aktif dalam perhelatan akbar tersebut. “Sekarang kami tidak fokus ke pelari saja, tapi juga masyarakatnya kami perhatikan,” jelasnya. (bhn/din/mg1)