MUNGKID – Setelah mengadakan konser grup band KLA Project dalam memperingati Hari Jadi ke-35 Kota Mungkid. Pemkab Magelang kembali mengadakan kegiatan yang bernuansa religius berupa pengajian dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Magelang, Rabu malam (3/4). Acara yang menghadirkan dari asal Sleman, KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) ini sekaligus memperingati Isra Miraj 1440 Hijriah.

Dalam pesannya, Gus Muwafi kembali mengingatkan bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang sangat besar dan unik dengan berbagai macam suku, budaya, dan agama. Meskipun berbeda-beda, tidak ada alasan kita untuk terpecah-pecah.”Bahkan bangsa lain saja sangat mengagumi bangsa kita ini,” kata Gus Muwafiq.

Alumnus IAIN (UIN, Red) Sunan Kalijaga Jogjakarta ini juga menyinggung tentang keberadaan Candi Borobudur sebagai sebuah peradaban besar manusia yang kental dengan toleransi antarumat beragama. Meskipun Candi Borobudur ini adalah candi Budha, tetapi yang membangun adalah orang Hindu.

Dari sini saja, kita bisa menilai bahwa zaman dahulu saja orang-orang bisa akur meskipun berbeda pandangan. Karena mereka menyadari bahwa bangsa ini adalah bangsa yang benar-benar besar. “Bahkan bangsa kita ini pernah menguasai 2/3 dunia pada zaman itu,” tuturnya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan bahwa, HUT ke-35 Kota Mungkid kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan seharusnya jadwal pengajian ini dilakukan pada malam tirakatan. Namun mengingat padatnya jadwal Gus Muwafiq, pengajian tersebut baru bisa diselenggarakan pada Isra Mikraj.

Menurutnya, ambal warso atau ulang tahun, tentu saja menjadi bagian penting bagi pemerintah khususnya untuk mengingatkan sebagai abdi masyarakat. Apakah sudah menjalankan tugas dengan baik selama satu tahun yang sudah berjalan kemarin.”Wujud syukur itu harus ditandai dengan menjalankan tugas-tugas pemerintahan kita dengan sebaik-baiknya,” pesannya. (dem/din/mg4)