PURWOREJO – Akibat banjir yang terjadi pertengahan Maret lalu, sumur-sumur warga di Kecamatan Purwodadi tercemar limbah. Warga tidak bisa memanfaatkan air sumur dan harus mencari sumber air bersih lain. Hal ini mengundang perhatian relawan yang tergabung dalam komunitas Association of Resiliency Movement (ARM) dari Jogjakarta. Mereka turun angan memberikan bantuan berupa pembersihan sumur air wilik warga.‚ÄĚHarapan kami warga segera i menikmati atau memanfaatkan air sumur secara bersih,” kata salah satu relawan, Yogo Daniyanto, Kamis (4/4).

Menurutnya pembersihan harus dilakukan. Sebab, walaupun terlihat jernih namun tingkat kebersihannya belum optimal. Belum lagi ada beberapa permasalahan lain karena banyak sumur yang kemasukan air saat banjir. “Ada lumpur yang mengendap dan kotoran masuk kedalam sumur menyebabkan air sumur berwarna coklat. Bahkan, ada yang hitam keunguan serta memiliki bau busuk yang menyengat,” tambahnya.

Diungkapkan, air sumur yang tercemar akibat banjir berbahaya jika dikonsimsi. Masih ada bakteri yang tertinggal di dalam sumur. Solusinya sumur harus dibersihkan dengan cara dikuras bersih dan diberikan obat pembasmi bakteri.”Setelah dilakukan penyedotan dilanjutkan sterilisasi dengan menebar kaporit, agar air sumur bersih serta aman dikonsumsi warga,” tambahnya.

ARM telah memulai aksi pembersihan sumur yang tercemar akibat terdampak banjir sejak Jumat (29/3) pekan lalu. Rencanya aksi akan berlangsung selama dua pekan mendatang. Seluruh sumur terdampak banjir telah terdata dan akan diupayakan pembersihan. “Ada sekitar 500 sumur yang menjadi target pembersihan selama dua pekan itu, yaitu untuk tiga kabupaten terdampak banjir, di antaranya kabupaten Purworejo, Kulonprogo, dan Bantul,” kata Yogo. (udi/din/mg4)