JOGJA – Asprov PSSI DIJ dituntut secepat mungkin mempersiapkan tim sepak bola Pra PON, guna memperebutkan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 mendatang.

Bila pembentukan tim mengacu pada seleksi hasil Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ yang diselenggarakan Oktober mendatang, maka dipastikan tim sepak bola Pra PON DIJ memiliki waktu persiapan yang sangat minim.

Sebab, sesuai ketentuan batas akhir penyelenggaraan Pra PON bagi keseluruhan cabang olahraga yakni sembilan bulan sebelum PON terselenggara. Bila penyelenggaraan Porda DIJ digelar Oktober, artinya Asprov PSSI DIJ hanya memiliki waktu satu bulan untuk mempersiapkan tim sepak bola Pra PON.

Ketua Asprov PSSI DIJ Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan, sejauh ini belum panitia besar (PB) PON belum mengeluarkan teknis penyelenggaraan sepakbola Pra PON. Maka dari itu, untuk kepastian jadwal, pihaknya akan meminta kepastian jadwal penyelenggaraan Pra PON.

”Rencana ke depannya tentang pembentukan tim Pra PON memang sudah ada. Namun, kami masih menunggu jadwal resminya dan nantikan akan segera kami rapatkan bersama Exco PSSI,” kata Syauqi Jumat (5/4).

Mantan CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) ini pun berharap, tim sepakbola Pra PON bisa dibentuk secepat mungkin. Dengan harapan, memiliki waktu persiapan panjang. Namun lagi-lagi, untuk melakukan hal tersebut pihaknya terbentur dengan jadwal yang telah ada dan harus diikuti oleh Asprov.

Terutama, jika nantinya Pra PON digelar sebelum penyelenggaraan Porda DIJ, karena Asprov PSSI harus sesegra mungkin mempersiapkan pelatih dan tim.

”Olehkarena itu kami akan duduk bersama Askab dan Askot membahas tim sepakbola Pra PON. Tentunya ada keinginan dari kami bahwa sepakbola bisa tampil di PON Papua,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Umum KONI DIJ Prof Djoko Pekik Irianto berpandangan, Asprov PSSI DIJ harus sesegera menyusun komposisi tim untuk futsal dan sepakbola Pra PON. Sebab sesuai ketentuan, batas akhir penyelenggaraan Pra PON untuk keseluruhan selesai pada Desember tahun ini.

”Bila acuannya PON 2020 Oktober, maka Desember tahun ini Pra PON harus sudah selesai. Nah, harapannya Asprov bisa mempersiapkan tim meski jadwal resmi belum dikeluarkan oleh pantia,” jelas Djoko. (bhn/din/mg4)